السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ
Anak sholeh dan sholeha kelas VA,bagaimana kabarnya di hari Kamis yang ceria ini,semoga kita semua dalam keadaan sehat dan tetap bersemangat aamiin.Alhamdulillah Hari ini kita kembali bertemu lagi untuk belajar IPAS dan Seni Rupa
Seperti biasa sebelum melakukan aktivitas pembelajaran, terlebih dulu kita akan melaksanakan kegiatan menyimak tauziah,sholat dhuha dan tadarus
Yuk kita mulai belajar !
1.Identitas Diri
A. Nama : Rio Katmasanti
B. Mapel : IPAS
C. Hari/Tanggal : Rabu ,2 Maret 2026
D. Kelas : VA
E. Materi Pokok : Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah
2. Tujuan Pembelajaran : Murid dapat Menceritakan perjuangan bangsa melawan imperialisme, merenungkan serta meneladani semangat pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.
- Era VOC (1602-1799): Belanda menyatukan pedagangnya menjadi VOC untuk memonopoli rempah-rempah, mendirikan pusat administrasi di Batavia (1619). VOC bangkrut karena korupsi dan dibubarkan pada 31 Desember 1799.
- Pemerintahan Hindia Belanda: Setelah VOC bubar, Nusantara dikelola langsung oleh pemerintah Belanda. Periode ini melibatkan eksploitasi besar-besaran, terutama melalui sistem Tanam Paksa (1830) untuk mengisi kas negara yang kosong.
- Politik Liberal (1870-an): Sistem tanam paksa digantikan dengan kebijakan pintu terbuka, di mana pihak swasta asing diizinkan menanamkan modal dan membangun perkebunan, khususnya di Sumatera.
- Politik Etis (1901): Diterapkan sebagai kebijakan "balas budi", yang mencakup edukasi, irigasi, dan emigrasi, namun lebih banyak menguntungkan pihak Belanda.
- Perlawanan dan Akhir Penjajahan: Banyak perlawanan rakyat (seperti Perang Diponegoro, Perang Padri) yang pada akhirnya mampu diredam. Penjajahan Belanda berakhir secara efektif setelah Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati pada tahun 1942. [1, 2, 3, 4, 5]
- Perang Padri (1803–1838): Dipimpin Tuanku Imam Bonjol di Sumatra Barat melawan Belanda.
- Perang Pattimura (1817): Perlawanan rakyat Maluku melawan monopoli dagang Belanda.
- Perang Diponegoro (1825–1830): Perang terbesar Belanda di Jawa yang hampir membuat Belanda bangkrut.
- Perang Aceh (1873–1904): Perang terlama Belanda, menerapkan taktik gerilya.
- Perang Banjar, Jagaraga Bali, dan Batak: Perlawanan terhadap penguasaan wilayah.
- Kebangkitan Nasional (1908): Ditandai berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei.
- Sarekat Islam (1911): Organisasi massa pertama yang berbasis ekonomi dan agama.
- Indische Partij (1912): Organisasi politik pertama yang terang-terangan menuntut kemerdekaan.
- Sumpah Pemuda (1928): Ikrar persatuan tanah air, bangsa, dan bahasa.
- Kooperatif: Tokoh seperti Soekarno-Hatta menggunakan organisasi bentukan Jepang (PUTERA) untuk persiapan kemerdekaan.
- Bawah Tanah/Gerilya: Perlawanan diam-diam untuk menghimpun kekuatan. [1]
- Pertempuran Fisik: Pertempuran 10 November di Surabaya, Palagan Ambarawa, Bandung Lautan Api.
- Diplomasi: Perjanjian Linggajati, Renville, Roem-Royen, hingga Konferensi Meja Bundar (KMB) yang akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia pada 1949.
1. Kedatangan Belanda pertama kali di Indonesia dipimpin oleh ....
a. Van Deventer
b. J.P. Coen
c. H.W. Daendels
d. Cornelis de Houtman
2. Inggris pernah menguasai Indonesia di bawah pimpinan ....
a. Johannes van den Bosch
b. Jan Pieterszoon Coen
c. Thomas Stamford Raffles
d. Pieter Both
3. Belanda pernah menerapkan sistem tanam paksa di Indonesia. Pencetus sistem tanam paksa adalah ....
a. Daendels
b. Van den Bosch
c. Jansens
d. Raffles
4. Politik etis membawa kemajuan dalam bidang pendidikan dan mendorong tumbuhnya pergerakan nasional. Politik etis merupakan gagasan dari ....
a. Baron van Houvel
b. Van Deventer
c. Van den Bosch
d. Edward Douwes Dekker
5. Gubernur jenderal VOC yang mengubah nama Jayakarta menjadi Batavia adalah ....
a. Johannes Van den Bosch
b. Jean Pieter Both
c. Jan Piterzsoon
d. Van de Kock
6. Berdirinya VOC atas prakarsa orang Belanda yaitu ....
a. Pieter Both
b. Jan Piterzsoon
c. Van den Bosch
d. Baron van Houvel
7. Tokoh Belanda yang menerapkan sistem kerja rodi ketika membangun jalan dari Anyer sampai Panarukan adalah ....
a. Raffless
b. Daendels
c. Janssen
d. Van den Bosch
8. Buku Max Havelaar ditulis oleh ....
a. Van Deventer
b. Edward Douwes Dekker
c. Van Mook
d. Pieter Both
9. Raja Kerajaan Banten yang dikenal gigih menentang VOC adalah ....
a. Sultan Ageng Tirtayasa
b. Sultan Agung Hanyakrakusuma
c. Sultan Hasanudin
d. Sultan Haji
10. Rakyat Tapanuli mengadakan perlawanan terhadap Belanda di bawah pimpinan ....
a. Teuku Umar
b. Sisingamangaraja XII
c. Pattimura
d. Tuanku Imam Bonjol
11. Perang terlama yang dihadapi Belanda dalam menumpas perlawanan rakyat Indonesia adalah perang ....
a. Paderi
b. Diponegoro
c. Puputan
d. Aceh
12. Raden Mas Ontowiryo adalah nama kecil dari ....
a. Sultan Agung
b. Pangeran Diponegoro
c. Sultan Hasanudin
d. Pangeran antasari
13. Organisasi pergerakan pertama yang berdiri di Indonesia adalah ....
a. Tri Koro Dharmo
b. Boedi Utomo
c. Jong Java
d. indische Partij
14. Tokoh perjuangan Indonesia yang mendapat julukan Ayam jantan dari Timur adalah ....
a. Kapitan Pattimura
b. Pangeran Antasari
c. Sultan Hasanudin
d. Tuanku Imam Bonjol
15. Salah satu penyebab terjadinya pertempuran rakyat Bali dengan Belanda adalah ....
a. Belanda mencampuri urusan kerajaan Bali
b. Belanda merampas hak para bangsawan Bali
c. Belanda menghapus hak tawan karang
d. masuknya adat Barat ke dalam istana
Materi Pokok : Sumber inspirasi karya seni rupa dari kehidupan sehari_hari Tujuan Pembelajaran
Murid mampu memberikan respon terhadap kejadian sehari-hari, keadaan lingkungan sekitar dan perasaan atau emosinya melalui karya seni rupa yang memberi dampak positif bagi diri dan lingkungan terkecil Isi materi
- Pergi ke sekolah
- Bermain bersama teman
- Upacara bendera
- Gotong royong membersihkan kelas
- Berkunjung ke rumah nenek
- Kegiatan lomba di sekolah
- Senang
- Sedih
- Marah
- Takut
- Bangga
- Terharu
- Warna cerah → perasaan senang
- Warna gelap → perasaan sedih atau takut
- Garis tajam → perasaan marah
- Bentuk lembut → perasaan tenang
- Rumah dan halaman
- Sekolah dan taman sekolah
- Pasar, sawah, sungai, pantai
- Lingkungan desa atau kota
- Mengamati kejadian, perasaan, dan lingkungan
- Mencatat hal menarik yang dilihat atau dirasakan
- Menentukan tema karya (misalnya: “Lingkungan Sekolahku” atau “Perasaanku Hari Ini”)
- Membuat sketsa awal
- Mengembangkan sketsa menjadi karya seni rupa
Sumber Inspirasi Karya Seni Rupa dari Kehidupan Sehari-hari**
A. Pengertian Inspirasi dalam Berkarya
Inspirasi adalah ide atau gagasan yang muncul dari pengalaman, perasaan, dan lingkungan sekitar yang dapat dijadikan bahan untuk membuat karya seni rupa.
👉 Dalam seni rupa, inspirasi membantu murid menentukan tema dan ide gambar atau karya.
B. Kejadian Sehari-hari sebagai Sumber Inspirasi
Kejadian sehari-hari adalah peristiwa yang sering dialami murid di rumah, sekolah, dan masyarakat.
Contoh kejadian sehari-hari:
👉 Kejadian tersebut dapat digambar atau dibuat menjadi karya seni.
C. Perasaan Pribadi sebagai Sumber Inspirasi
Perasaan pribadi dapat menjadi ide karya seni karena setiap perasaan dapat dituangkan melalui warna, bentuk, dan ekspresi gambar.
Macam-macam perasaan:
Cara mengekspresikan perasaan dalam seni rupa:
D. Keadaan Lingkungan Sekitar sebagai Sumber Inspirasi
Lingkungan sekitar adalah tempat murid tinggal dan belajar.
Contoh lingkungan sekitar:
👉 Murid dapat menggambar lingkungan bersih, hijau, atau kondisi lingkungan yang perlu dijaga.
E. Cara Mengidentifikasi Sumber Inspirasi
Untuk menemukan inspirasi, murid dapat melakukan langkah berikut:
F. Contoh Tema Karya Berdasarkan Sumber Inspirasi
Sumber Inspirasi | Contoh Tema Karya |
Kejadian sehari-hari | “Bermain di Lapangan” |
Perasaan pribadi | “Aku Bahagia Hari Ini” |
Lingkungan sekitar | “Taman Sekolahku yang Hijau” |
I. Kesimpulan
Kejadian sehari-hari, perasaan pribadi, dan keadaan lingkungan sekitar dapat menjadi sumber inspirasi dalam berkarya seni rupa. Dengan mengidentifikasi sumber inspirasi, murid dapat menghasilkan karya yang bermakna dan kreatif.

