السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ
Dear my pious boys and girls of Class VB,
How are you on this cheerful Tuesday? I hope all of us are healthy, happy, and full of enthusiasm. Aamiin.Alhamdulillah, today we daymeet again to learn Mathematics and Indonesian Language.As usual, before we begin our learning activities, we will first listen to a short Islamic sermon (tausiyah), perform the Dhuha prayer, and recite the Qur'an (tadarus) together.
Have a wonderful learning day, and may Allah bless us all. Aamiin.
Let's start learning!
Have fun, stay focused, and do viut best !
1.Identitas Diri
A. Nama : Rio Katmasanti,S.Pd.SD
B. Mapel : Pendidikan Pancasila
C. Hari/Tanggal : Selasa,23 juli 2026
D. Kelas : VB
E. Materi Pokok :
2. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami kronologi sejarah kelahitan pancasila
Metode pembelajaran : PBL(Problem based Learning)
Media Pembelajaran : LCD
3.Isi Materi
🌼Rangkuman Pendidikan Pancasila
Media Pembelajaran : LCD
Rangkaian Kronologi Sejarah Kelahiran Pancasila
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja, melainkan melalui proses panjang dengan perdebatan, pemikiran, dan kesepakatan dari para pendiri bangsa. Berikut adalah rangkaian kronologinya:
1. Pembentukan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) - 29 April 1945
Latar Belakang: Jepang mulai terdesak dalam Perang Dunia II. Untuk menarik simpati rakyat Indonesia agar mau membantu Jepang, dibentuklah BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai) oleh Letnan Jenderal Kumakichi Harada (Panglima Tentara Jepang ke-16).
Tujuan: Menyelidiki dan mempersiapkan hal-hal penting yang diperlukan untuk kemerdekaan Indonesia.
Anggota: Beranggotakan 67 orang, diketuai oleh Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat.
2. Sidang Pertama BPUPKI - 29 Mei - 1 Juni 1945
Agenda Utama: Perumusan dasar negara Indonesia merdeka.
Pada sidang ini, beberapa tokoh menyampaikan pandangan atau usulan mengenai dasar negara:
29 Mei 1945: Mohammad Yamin Mengusulkan 5 sila secara lisan (Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, Kesejahteraan Rakyat) dan secara tertulis (Ketuhanan Yang Maha Esa, Kebangsaan Persatuan Indonesia, Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia).
31 Mei 1945: Soepomo Mengusulkan dasar negara yang meliputi: Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan Lahir Batin, Musyawarah, Keadilan Rakyat.
1 Juni 1945: Soekarno Mengusulkan nama "Pancasila" dengan 5 poin: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, Ketuhanan Yang Maha Esa. Soekarno juga menawarkan jika 5 sila ini diperas menjadi Trisila (Sosio-nasionalisme, Sosio-demokrasi, Ketuhanan) dan bahkan Ekasila (Gotong Royong).
Pentingnya 1 Juni: Karena pada tanggal inilah nama "Pancasila" pertama kali diusulkan oleh Soekarno. Oleh karena itu, tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.
3. Pembentukan Panitia Sembilan - Setelah Sidang Pertama BPUPKI
Karena belum ada kesepakatan bulat mengenai rumusan dasar negara, BPUPKI membentuk sebuah panitia kecil untuk merumuskan kembali gagasan-gagasan dasar negara, yang dikenal sebagai Panitia Sembilan.
Anggota:
Ir. Soekarno (Ketua)
Drs. Mohammad Hatta (Wakil Ketua)
Mr. Achmad Soebardjo (Anggota)
Mr. Mohammad Yamin (Anggota)
K.H. Wachid Hasyim (Anggota)
Abdoel Kahar Moezakir (Anggota)
Abikoesno Tjokrosoejoso (Anggota)
H. Agus Salim (Anggota)
Mr. A.A. Maramis (Anggota)
4. Perumusan Piagam Jakarta - 22 Juni 1945
Panitia Sembilan berhasil merumuskan naskah rancangan pembukaan hukum dasar (Undang-Undang Dasar) yang kemudian dikenal dengan nama Piagam Jakarta (Jakarta Charter).
Isi Piagam Jakarta terkait dasar negara:
Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Persatuan Indonesia.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Rumusan ini menjadi cikal bakal rumusan Pancasila saat ini, meskipun ada perubahan pada sila pertama.
5. Sidang Kedua BPUPKI - 10-17 Juli 1945
Pada sidang ini, hasil kerja Panitia Sembilan (Piagam Jakarta) diterima dan menjadi dasar untuk perumusan Undang-Undang Dasar (UUD).
6. Pembubaran BPUPKI dan Pembentukan PPKI - 7 Agustus 1945
Setelah menyelesaikan tugasnya, BPUPKI dibubarkan dan dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Iinkai.
Tujuan: Melanjutkan tugas BPUPKI dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
Ketua: Ir. Soekarno.
Anggota: Berjumlah 21 orang, kemudian ditambah tanpa sepengetahuan Jepang.
7. Pengesahan Pancasila sebagai Dasar Negara - 18 Agustus 1945
Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, PPKI mengadakan sidangnya yang pertama.
Agenda Utama:
Mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD 1945).
Memilih Presiden dan Wakil Presiden (Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta).
Perubahan Penting pada Piagam Jakarta: Sebelum disahkan, sila pertama dalam Piagam Jakarta yang berbunyi "Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Perubahan ini dilakukan atas usulan dari perwakilan Indonesia bagian Timur (terutama dari tokoh-tokoh Kristen) yang keberatan dengan frasa tersebut demi menjaga persatuan bangsa.
Dengan disahkannya UUD 1945, secara otomatis Pancasila dengan rumusan resminya disahkan sebagai dasar negara Republik Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Rangkaian kronologi ini menunjukkan bahwa Pancasila adalah hasil dari pemikiran mendalam, musyawarah, dan kompromi para pendiri bangsa demi terwujudnya persatuan dan kesatuan Indonesia. Ini adalah warisan berharga yang harus terus kita jaga
🌷IPAS
Metode pembelajaran : PJBL(Problem based Learning)
Media Pembelajaran : LCD
Rangkuman Materi Sistem Pernapasan Manusia
Pengertian
Sistem pernapasan manusia adalah sistem organ yang berfungsi mengambil oksigen (O₂) dari udara dan mengeluarkan karbon dioksida (CO₂) sebagai sisa metabolisme. Oksigen diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi.
Organ-Organ Pernapasan
-
Hidung
- Tempat masuknya udara.
- Menyaring debu dengan rambut hidung dan lendir.
- Menghangatkan serta melembapkan udara.
-
Faring (Tenggorokan)
- Menghubungkan rongga hidung dengan laring.
-
Laring (Kotak Suara)
- Tempat pita suara.
- Memiliki epiglotis yang menutup saat menelan agar makanan tidak masuk ke saluran napas.
-
Trakea (Batang Tenggorokan)
- Saluran udara menuju paru-paru.
- Dindingnya dilapisi silia dan lendir untuk menangkap kotoran.
-
Bronkus
- Cabang trakea menuju paru-paru kanan dan kiri.
-
Bronkiolus
- Cabang kecil bronkus yang menyalurkan udara ke alveolus.
-
Alveolus
- Kantung udara kecil tempat pertukaran gas.
- Oksigen masuk ke darah, sedangkan karbon dioksida keluar dari darah.
-
Paru-paru
- Organ utama pernapasan yang berisi jutaan alveolus.
Proses Pernapasan
Udara masuk:
Hidung → Faring → Laring → Trakea → Bronkus → Bronkiolus → Alveolus
Di alveolus:
- Oksigen (O₂) masuk ke darah.
- Karbon dioksida (CO₂) keluar dari darah untuk dihembuskan.
Jenis Pernapasan
-
Pernapasan Dada
- Menggunakan otot antartulang rusuk.
-
Pernapasan Perut
- Menggunakan diafragma.
Gangguan pada Sistem Pernapasan
- Influenza
- Asma
- Bronkitis
- Pneumonia
- Tuberkulosis (TBC)
Cara Menjaga Kesehatan Organ Pernapasan
- Tidak merokok.
- Memakai masker saat udara berdebu.
- Berolahraga secara teratur.
- Mengonsumsi makanan bergizi.
- Menjaga kebersihan lingkungan.
Contoh gambar yang dapat digunakan pada materi
1. Diagram organ pernapasan
Hidung │ Faring │ Laring │ Trakea │ Bronkus / \ Paru Kanan Paru Kiri \ / Bronkiolus │ Alveolus
2. Ilustrasi pertukaran gas di alveolus
Udara │ ▼ [ Alveolus ] │ ↑ CO₂ keluar ▼ O₂ masuk ke darahHappy Learning!





