السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ
Dear my pious boys and girls of Class VB,
How are you on this cheerful Tuesday? I hope all of us are healthy, happy, and full of enthusiasm. Aamiin.Alhamdulillah, today we daymeet again to learn Mathematics and Indonesian Language.As usual, before we begin our learning activities, we will first listen to a short Islamic sermon (tausiyah), perform the Dhuha prayer, and recite the Qur'an (tadarus) together.
Have a wonderful learning day, and may Allah bless us all. Aamiin.
Let's start learning!
Have fun, stay focused, and do yiut best!
1.Identitas Diri
A. Nama : Rio Katmasanti,S.Pd.SD
B. Mapel :BAHASA INDONESIA
C. Hari/Tanggal : Selasa,28 juli 2026
D. Kelas : VB
E. Materi Pokok :Awalan Pe
T Tujuan Pembelajaran : Membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa.
P 🌷Bahasa Indonesia
Berikut adalah rangkuman materi Makna Awalan (Imbuhan) pe- yang disajikan secara ringkas dan rapi, lengkap dengan lembar soal latihannya:
RANGKUMAN MATERI: MAKNA AWALAN pe-
Awalan pe- (termasuk variasi bentuknya seperti pem-, pen-, peng-, peny-, dan per-) adalah imbuhan yang membentuk kata benda (nomina) dari kata dasar.
1. Perubahan Bentuk Awalan pe-
Awalan pe- dapat berubah bentuk tergantung pada huruf awal kata dasarnya:
pe- Jika kata dasar diawali huruf r, l, m, n, w, y (Contoh: lukis pelukis).
pem- Jika kata dasar diawali huruf b, p, f, v (Contoh: bantu pembantu, pukul pemukul).
pen- Jika kata dasar diawali huruf c, d, j, t, z (Contoh: dengar pendengar, tulis penulis).
peng- Jika kata dasar diawali huruf vokal (a, i, u, e, o) dan g, h, k (Contoh: ajar pengajar, gali penggali).
peny- Jika kata dasar diawali huruf s (Contoh: siram penyiram).
per- Digunakan pada kata dasar tertentu (Contoh: tanda pertanda).
Catatan: Huruf awal K, T, S, P biasanya akan lebur/luluh ketika diberi awalan pe-.
(Contoh: tulis penulis, sapu penyapu).
2. Makna-Makna Awalan pe-
Awalan pe- memiliki beberapa makna utama sesuai dengan kata dasarnya:
👉 Latihan Soal Bagasa Indonesia
🍄Pendidikan Pancasila
T Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik dapat memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila secara runtut, mulai dari masa sebelum kemerdekaan, pembentukan BPUPKI, sidang perumusan dasar negara, Piagam Jakarta, hingga penetapan Pancasila sebagai dasar negara.
Rangkaian Kronologi Sejarah Kelahiran Pancasila
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja, melainkan melalui proses panjang dengan perdebatan, pemikiran, dan kesepakatan dari para pendiri bangsa. Berikut adalah rangkaian kronologinya:
1. Pembentukan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) - 29 April 1945
Latar Belakang: Jepang mulai terdesak dalam Perang Dunia II. Untuk menarik simpati rakyat Indonesia agar mau membantu Jepang, dibentuklah BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai) oleh Letnan Jenderal Kumakichi Harada (Panglima Tentara Jepang ke-16).
Tujuan: Menyelidiki dan mempersiapkan hal-hal penting yang diperlukan untuk kemerdekaan Indonesia.
Anggota: Beranggotakan 67 orang, diketuai oleh Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat.
2. Sidang Pertama BPUPKI - 29 Mei - 1 Juni 1945
· Agenda Utama: Perumusan dasar negara Indonesia merdeka.
· Pada sidang ini, beberapa tokoh menyampaikan pandangan atau usulan mengenai dasar negara:
- 29 Mei 1945: Mohammad Yamin Mengusulkan 5 sila secara lisan (Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, Kesejahteraan Rakyat) dan secara tertulis (Ketuhanan Yang Maha Esa, Kebangsaan Persatuan Indonesia, Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia).
- 31 Mei 1945: Soepomo Mengusulkan dasar negara yang meliputi: Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan Lahir Batin, Musyawarah, Keadilan Rakyat.
- 1 Juni 1945: Soekarno Mengusulkan nama "Pancasila" dengan 5 poin: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, Ketuhanan Yang Maha Esa. Soekarno juga menawarkan jika 5 sila ini diperas menjadi Trisila (Sosio-nasionalisme, Sosio-demokrasi, Ketuhanan) dan bahkan Ekasila (Gotong Royong).
· Pentingnya 1 Juni: Karena pada tanggal inilah nama "Pancasila" pertama kali diusulkan oleh Soekarno. Oleh karena itu, tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.
3. Pembentukan Panitia Sembilan - Setelah Sidang Pertama BPUPKI
· Karena belum ada kesepakatan bulat mengenai rumusan dasar negara, BPUPKI membentuk sebuah panitia kecil untuk merumuskan kembali gagasan-gagasan dasar negara, yang dikenal sebagai Panitia Sembilan.
· Anggota:
- Ir. Soekarno (Ketua)
- Drs. Mohammad Hatta (Wakil Ketua)
- Mr. Achmad Soebardjo (Anggota)
- Mr. Mohammad Yamin (Anggota)
- K.H. Wachid Hasyim (Anggota)
- Abdoel Kahar Moezakir (Anggota)
- Abikoesno Tjokrosoejoso (Anggota)
- H. Agus Salim (Anggota)
- Mr. A.A. Maramis (Anggota)
4. Perumusan Piagam Jakarta - 22 Juni 1945
· Panitia Sembilan berhasil merumuskan naskah rancangan pembukaan hukum dasar (Undang-Undang Dasar) yang kemudian dikenal dengan nama Piagam Jakarta (Jakarta Charter).
· Isi Piagam Jakarta terkait dasar negara:
- Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
- Kemanusiaan yang adil dan beradab.
- Persatuan Indonesia.
- Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
· Rumusan ini menjadi cikal bakal rumusan Pancasila saat ini, meskipun ada perubahan pada sila pertama.
5. Sidang Kedua BPUPKI - 10-17 Juli 1945
· Pada sidang ini, hasil kerja Panitia Sembilan (Piagam Jakarta) diterima dan menjadi dasar untuk perumusan Undang-Undang Dasar (UUD).
6. Pembubaran BPUPKI dan Pembentukan PPKI - 7 Agustus 1945
· Setelah menyelesaikan tugasnya, BPUPKI dibubarkan dan dibentuklah
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Iinkai.
· Tujuan: Melanjutkan tugas BPUPKI dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
Ketua: Ir. Soekarno.
Anggota: Berjumlah 21 orang, kemudian ditambah tanpa sepengetahuan Jepang.
7. Pengesahan Pancasila sebagai Dasar Negara - 18 Agustus 1945
· Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, PPKI mengadakan sidangnya yang pertama.
· Agenda Utama:
1. Mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD 1945).
2. Memilih Presiden dan Wakil Presiden (Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta).
· Perubahan Penting pada Piagam Jakarta: Sebelum disahkan, sila pertama dalam Piagam Jakarta yang berbunyi "Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Perubahan ini dilakukan atas usulan dari perwakilan Indonesia bagian Timur (terutama dari tokoh-tokoh Kristen) yang keberatan dengan frasa tersebut demi menjaga persatuan bangsa.
· Dengan disahkannya UUD 1945, secara otomatis Pancasila dengan rumusan resminya disahkan sebagai dasar negara Republik Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
· Rangkaian kronologi ini menunjukkan bahwa Pancasila adalah hasil dari pemikiran mendalam, musyawarah, dan kompromi para pendiri bangsa demi terwujudnya persatuan dan kesatuan Indonesia. Ini adalah warisan berharga yang harus terus kita jaga.
🌺IPAS
Tujuan Pembelajarannya :Peserta didik mampu merefleksikan sistem organ pencernaan manusia dan mengaitkannya dengan cara menjaga kesehatan tubuh.
Sistem pencernaan sering kali dipandang hanya sebagai jalur makanan masuk dan keluar, padahal fungsinya jauh lebih krusial. Sistem ini adalah mesin pengolah energi utama tubuh yang mengubah makanan menjadi nutrisi agar sel-sel tubuh bisa bekerja, bertumbuh, dan memperbaiki diri.
Jika salah satu bagian dari saluran ini terganggu, dampaknya tidak hanya terasa di perut, tetapi juga mempengaruhi imunitas, daya ingat, hingga energi harian kita.
Struktur Utama Sistem Pencernaan Manusia
Refleksi Organ Pencernaan & Langkah Menjaga Kesehatannya
Berikut adalah hubungan langsung antara alur organ pencernaan dan kebiasaan sehat yang perlu kita lakukan:
1. Mulut (Mouth) & Kerongkongan (Esophagus)
Peran Organ: Mulut mengunyah makanan secara mekanis dan memecah karbohidrat secara kimiawi lewat enzim amilase di air liur (salivary glands). Kerongkongan kemudian mendorong bolus makanan ke lambung lewat gerak peristaltik.
Refleksi & Cara Menjaga:
Kunyah makanan dengan pelan (sekitar 20–30 kali). Mengunyah tidak sempurna memperberat kerja lambung dan memicu perut kembung.
Jaga kebersihan gigi dan gusi. Bakteri mulut yang menumpuk bisa masuk bersama makanan dan memicu infeksi.
2. Lambung (Stomach)
Peran Organ: Menggunakan asam lambung (HCl) dan enzim pencerna protein untuk menghancurkan makanan menjadi cairan pekat (chyme).
Refleksi & Cara Menjaga:
Makan secara teratur. Melewatkan waktu makan membuat asam lambung mengikis dinding perut, memicu maag (gastritis) atau asam lambung naik (GERD).
Batasi makanan terlalu pedas, asam, atau tinggi lemak jenuh.
Hindari langsung berbaring setelah makan (beri jeda minimal 2–3 jam).
3. Organ Pendukung: Hati (Liver), Empedu (Gallbladder), & Pankreas (Pancreas)
Peran Organ: Hati memproduksi cairan empedu untuk mencerna lemak, sementara pankreas menghasilkan enzim pencerna serta hormon insulin untuk mengontrol gula darah.
Refleksi & Cara Menjaga:
Kurangi konsumsi gula berlebih dan alkohol. Hal ini mencegah penumpukan lemak di hati (fatty liver).
Kurangi makanan tinggi lemak jahat agar mencegah terbentuknya batu empedu.
4. Usus Halus (Small Intestine)
Peran Organ: Tempat terjadinya penyerapan nutrisi terbesar (karbohidrat, protein, lemak, vitamin) ke dalam aliran darah.
Refleksi & Cara Menjaga:
Konsumsi variasi makanan bernutrisi seimbang. Jika usus halus sehat, nutrisi terserap optimal sehingga tubuh tidak mudah lelah atau kekurangan gizi.
5. Usus Besar (Large Intestine) & Anus
Peran Organ: Menyerap air, memproses sisa makanan dengan bantuan bakteri baik (mikrobioma usus), dan membuang sisa racun/ampas sebagai feses.
Refleksi & Cara Menjaga:
Perbanyak konsumsi serat (sayur, buah, biji-bijian). Serat melancarkan BAB dan menjadi makanan bagi bakteri baik usus.
Minum air putih secukupnya (minimal 2 liter/hari). Kekurangan air membuat usus besar menyerap air terlalu banyak dari sisa makanan, menyebabkan sembelit/konstipasi.
Ringkasan Gaya Hidup Sehat untuk Pencernaan
Prinsip Utama: Kesehatan tubuh secara menyeluruh dimulai dari usus yang sehat ("Health starts in the gut").
Pola Makan: Perbanyak serat, kurangi makanan olahan (ultra-processed food), dan konsumsi makanan fermentasi (seperti yogurt atau tempe) untuk memperkaya mikrobioma usus.
Hidrasi: Cukupi kebutuhan air agar proses pengolahan dan pembuangan racun lancar.
Aktivitas Fisik: Olahraga teratur merangsang usus bergerak aktif (gerak peristaltik), mencegah sembelit.
Kelola Stres: Otak dan usus saling terhubung erat (gut-brain axis). Stres berlebih sering kali langsung memicu diare atau maag
Happy Learning


