Tuesday, September 08, 2026

BAHASA INDONESIA

0 comments

 

IDENTITAS     

Nama Guru        : Rio Katmasanti,S.Pd.SD

Mata Pelajaran  : Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal     : Selasa, 8 September 2026

Fase/Kelas          : C/V

Materi               : Kalimat Langsung dan Tak Langsung
Pertemuan ke  : 13

Capaian Pembelajaran: peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi serta gagasan melalui berbagai bentuk teks secara lisan dan tulis. Peserta didik mampu memahami penggunaan kaidah kebahasaan dalam berkomunikasi, termasuk mengidentifikasi dan menggunakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung dengan tepat sesuai konteks.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Murid dapat Membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa

🌿 Mindful Learning

Murid diajak untuk fokus dan sadar dalam menggunakan bahasa melalui kegiatan menyimak percakapan sederhana. Murid mendengarkan perkataan yang disampaikan oleh guru atau teman, kemudian mengamati perbedaan antara perkataan yang disampaikan secara langsung dan perkataan yang diceritakan kembali. Murid juga memperhatikan penggunaan tanda baca, terutama tanda petik, koma, tanda tanya, dan tanda seru.

💡 Meaningful Learning

Murid menghubungkan materi kalimat langsung dan tidak langsung dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, seperti percakapan dengan guru, orang tua, dan teman. Murid berlatih menyampaikan kembali informasi dari percakapan atau wawancara sederhana menggunakan kalimat langsung dan tidak langsung sehingga memahami manfaatnya dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi dengan tepat.

🎉 Joyful Learning

Murid belajar dalam suasana menyenangkan melalui bermain peran, permainan kartu "Kalimat Langsung atau Tidak Langsung?", wawancara teman, dan kegiatan Reporter Cilik. Murid bekerja secara berpasangan atau berkelompok untuk membuat percakapan, mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung, dan mempresentasikan hasilnya. Guru memberikan apresiasi terhadap keberanian, kreativitas, dan kerja sama murid.

Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Menjelaskan pengertian kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.
    2. Mengidentifikasi ciri-ciri kalimat langsung dan tidak langsung.
    3. Membedakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.
    4. Menentukan penggunaan tanda baca pada kalimat langsung.
    5. Mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
    6. Mengubah kalimat tidak langsung menjadi kalimat langsung.
    7. Membuat kalimat langsung dan tidak langsung dengan tepat 

Bismillah, Kaligrafi, Arab, Desain

 Ø§Ù„سَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ

Dear my pious boys and girls of Class VB,

How are you on this cheerful  Tuesday? I hope all of us are healthy, happy, and full of enthusiasm. Aamiin.Alhamdulillah, today we meet again to learn Indonesian . As usual, before we begin our learning activities, we will first listen to a short Islamic sermon (tausiyah), perform the Dhuha prayer, and recite the Qur'an (tadarus) together.

 Let's start learning!

Have fun, stay focused, and do your best!  

MATERI AJAR BAHASA INDONESIA

KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TIDAK LANGSUNG

 A. Pengertian Kalimat Langsung

Kalimat langsung adalah kalimat yang mengutip perkataan seseorang secara persis atau apa adanya.

Kalimat langsung biasanya digunakan ketika kita ingin menyampaikan kembali perkataan seseorang tanpa mengubah kata-katanya.

Contoh:

Ibu berkata, "Jangan lupa membawa buku Bahasa Indonesia besok."

Perkataan Ibu ditulis sama seperti yang diucapkan, sehingga termasuk kalimat langsung.

Contoh lainnya:

Rani berkata, "Aku sudah mengerjakan tugas."

Ayah bertanya, "Kapan kamu pulang?"

Guru berkata, "Anak-anak, silakan membaca halaman 25."

B. Ciri-Ciri Kalimat Langsung

Kalimat langsung memiliki beberapa ciri, yaitu:

1. Menggunakan tanda petik ("...")

Contoh:Dika berkata, "Saya ingin bermain sepak bola."

2. Kata-kata yang diucapkan ditulis apa adanya

Contoh:Siti berkata, "Besok saya akan pergi ke rumah nenek."

3. Huruf pertama dalam petikan ditulis dengan huruf kapital

Contoh:Ibu berkata, "Rapikan kamarmu!"

4. Biasanya terdapat tanda koma sebelum petikan

Contoh:Ayah berkata, "Belajarlah dengan rajin."

5. Dapat menggunakan tanda tanya atau tanda seru

Contoh:Budi bertanya, "Di mana bukuku?"

    Ibu berkata, "Jangan berlari di dalam rumah!"

C. Pola Kalimat Langsung

              Kalimat langsung dapat memiliki beberapa pola.

Pola 1

Pengiring + , + "Kalimat yang diucapkan."

Contoh:Guru berkata, "Hari ini kita belajar kalimat langsung."

Pola 2

"Kalimat yang diucapkan," + kata pengiring.

Contoh: "Saya sudah selesai mengerjakan tugas," kata Andi.

Pola 3

"Kalimat yang diucapkan!" + kata pengiring.

Contoh:"Ayo, kita bermain!" ajak Rudi.

E. Pengertian Kalimat Tidak Langsung

Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menyampaikan kembali perkataan seseorang dengan menggunakan bahasa penulis atau pembicara sendiri.

Kata-kata asli dari orang yang berbicara tidak ditulis persis seperti aslinya.

Contoh: Kalimat langsung:

Ibu berkata, "Jangan lupa membawa payung."

                Kalimat tidak langsung:

Ibu berkata agar aku tidak lupa membawa payung.

        Perkataan Ibu sudah disampaikan kembali menggunakan susunan kalimat sendiri.

F. Ciri-Ciri Kalimat Tidak Langsung

Kalimat tidak langsung memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Tidak menggunakan tanda petik.
  2. Isi perkataan disampaikan kembali dengan bahasa penulis.
  3. Kata ganti orang dapat berubah.
  4. Biasanya menggunakan kata penghubung seperti bahwa, agar, supaya, untuk, atau apakah.
  5. Intonasinya tidak mengikuti perkataan asli.

Contoh:

Kalimat langsung:

Ayah berkata, "Kamu harus rajin belajar."

Kalimat tidak langsung:

Ayah berkata bahwa aku harus rajin belajar.

G. Perbedaan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung
Kalimat LangsungKalimat Tidak Langsung
Mengutip perkataan secara langsungMenyampaikan kembali perkataan seseorang
Menggunakan tanda petikTidak menggunakan tanda petik
Kata-katanya sama dengan ucapan asliSusunan katanya dapat berubah
Dapat menggunakan tanda tanya/seru dalam petikanBiasanya menggunakan tanda titik

Contoh: Ibu berkata, "Belajarlah!"

 

Contoh: Ibu berkata agar aku belajar.

 

H. Mengubah Kalimat Langsung Menjadi Tidak Langsung

Perhatikan contoh berikut.

Contoh 1

Kalimat langsung:

Rina berkata, "Saya sedang membaca buku."

Kalimat tidak langsung:

Rina berkata bahwa ia sedang membaca buku.

Perubahan:

  • saya → ia
  • tanda petik dihilangkan
  • ditambahkan kata bahwa
Contoh 2

Kalimat langsung:

Ibu berkata, "Kamu harus menjaga kebersihan kamar."

Kalimat tidak langsung:

Ibu berkata bahwa aku harus menjaga kebersihan kamar.

Contoh 3

Kalimat langsung:

Guru berkata, "Kerjakan tugas ini dengan teliti!"

Kalimat tidak langsung:

Guru meminta murid mengerjakan tugas tersebut dengan teliti.

Contoh 4

Kalimat langsung:

Ayah bertanya, "Apakah kamu sudah makan?"

Kalimat tidak langsung:

Ayah bertanya apakah aku sudah makan.

I. Mengubah Kalimat Tidak Langsung Menjadi Kalimat Langsung

Untuk mengubah kalimat tidak langsung menjadi langsung, kita perlu mengetahui perkataan asli yang disampaikan.

Contoh 1

Kalimat tidak langsung:

Ibu mengatakan bahwa aku harus segera tidur.

Kalimat langsung:

Ibu berkata, "Kamu harus segera tidur."

Contoh 2

Kalimat tidak langsung:

Guru meminta kami untuk mengumpulkan tugas hari ini.

Kalimat langsung:

Guru berkata, "Kumpulkan tugas kalian hari ini!"

Contoh 3

Kalimat tidak langsung:

Ayah bertanya apakah aku sudah mengerjakan pekerjaan rumah.

Kalimat langsung:

Ayah bertanya, "Apakah kamu sudah mengerjakan pekerjaan rumah?"

J. Ayo Mengamati!

Perhatikan percakapan berikut.

Dina: "Besok kita akan melakukan kerja bakti, ya."

Salsa: "Iya. Aku akan membawa sapu."

Dina: "Jangan lupa membawa sarung tangan."

Dari percakapan tersebut terdapat beberapa kalimat langsung.

Contohnya:

Dina berkata, "Besok kita akan melakukan kerja bakti."

Kalimat tersebut dapat diubah menjadi:

Dina berkata bahwa besok mereka akan melakukan kerja bakti.

K. Ayo Berlatih! ✏️

1 Ubahlah Menjadi Kalimat Tidak Langsung

Ubahlah kalimat berikut menjadi kalimat tidak langsung!

  1. Ibu berkata, "Kamu harus rajin belajar."
  2. Rani berkata, "Aku akan pergi ke perpustakaan."
  3. Ayah berkata, "Jagalah adikmu."
  4. Guru berkata, "Kalian harus mengumpulkan tugas besok."
  5. Budi berkata, "Saya sudah membersihkan kelas."

Latihan 2 Ubahlah Menjadi Kalimat Langsung

Ubahlah kalimat berikut menjbadi kalimat langsung!

  1. Ibu mengatakan bahwa aku harus merapikan tempat tidur.
  2. Guru meminta murid membaca buku pelajaran.
  3. Ayah bertanya apakah aku sudah mandi.
  4. Rina mengatakan bahwa ia akan mengikuti lomba.
  5. Kakak meminta aku untuk menutup pintu.                                              
 Happy Learning Kids 

SENI RUPA

0 comments

 

D     IDENTITAS     

Nama Guru        : Rio Katmasanti,,S.Pd.SD

Mata Pelajaran  : Seni Rupa

Hari, Tanggal     : Rabu,9 September 2026

Fase/Kelas         : C/V

Materi                : Teknik simpul makrame 

Pertemuan ke      : 9

  CP    : Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.

  TP     : Murid dapat Melakukan umpan balik mengenai karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

🌸Mindful (Berkesadaran)

  • Murid duduk dengan tenang dan mengamati karya makrame yang telah dibuat.
  • Murid memperhatikan bentuk, warna, tekstur, pola, dan kerapian karya.
  • Murid meraba tekstur tali dengan hati-hati dan menyebutkan apa yang dirasakan.
  • Murid mengingat kembali proses ketika membuat simpul dan menyusun pola.
  • Guru mengajak murid menyadari bahwa setiap kesalahan dalam membuat simpul merupakan bagian dari proses belajar.
  • Murid menarik napas dan menjawab pertanyaan reflektif sederhana:
    • Apa yang saya rasakan saat membuat makrame?
    • Bagian mana yang paling membutuhkan kesabaran?
    • Apa yang sudah saya lakukan dengan baik?
  • 🌸Meaningful (Bermakna)

  • Guru menunjukkan berbagai contoh benda makrame yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti hiasan dinding, gantungan pot, dan gantungan kunci.
  • Murid menghubungkan karya yang dibuat dengan fungsi dan keindahan benda di lingkungan sekitar.
  • Murid menceritakan pengalaman selama membuat karya.
  • Murid mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karyanya, seperti garis, bentuk, warna, tekstur, pola, komposisi, dan keseimbangan.
  • Murid membandingkan hasil karya dengan rancangan atau ide awal.
  • Murid melakukan refleksi dengan menjelaskan kelebihan, kesulitan, dan hal yang perlu diperbaiki.
  • Murid menyadari bahwa proses berkarya membutuhkan kreativitas, ketekunan, ketelitian, dan keberanian untuk mencoba.
  • 🌸Joyful (Menyenangkan)

  • Guru mengadakan “Galeri Makrame Ceria” dengan memajang karya murid.
  • Murid berkeliling melihat karya teman.
  • Setiap murid memilih satu karya yang menarik perhatian dan menyampaikan alasannya.
  • Murid bermain “Detektif Seni”, yaitu mencari unsur seni rupa pada karya teman:
  • Murid memberikan apresiasi positif kepada teman dengan kalimat sederhana, misalnya:
  • Murid menceritakan pengalaman membuat makrame dengan suasana santai dan menyenangkan.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap proses dan usaha, bukan hanya hasil akhir.
  • Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Murid dapat mengenal pengertian, fungsi, alat, bahan, dan teknik dasar makrame.

    2. Murid dapat mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada karya makrame.

    3. Murid dapat menerapkan teknik simpul dasar untuk membuat karya makrame sederhana.

    4. Murid dapat menghasilkan karya makrame sederhana dengan memperhatikan unsur dan prinsip seni rupa.

    5. Murid dapat mengamati dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri dan karya teman dengan menggunakan kosakata seni rupa.

    6. Murid dapat merefleksikan proses pembuatan dan hasil karya makrame menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

    • Bismillah, Kaligrafi, Arab, Desain

     Ø§Ù„سَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ

    Dear my pious boys and girls of Class VB,

    How are you on this cheerful Wednesday ? I hope all of us are healthy, happy, and full of enthusiasm. Aamiin.Alhamdulillah, today we meet again to learn Seni Rupa . As usual, before we begin our learning activities, we will first listen to a short Islamic sermon (tausiyah), perform the Dhuha prayer, and recite the Qur'an (tadarus) together.

     Let's start learning!

    Have fun, stay focused, and do your best!  

     RANGKUMAN MATERI

    ✨ TEKNIK SIMPUL MAKRAME ✨

    Capaian Pembelajaran: Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically) Mengenali dan menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan.

    1. Makrame termasuk karya seni rupa yang mengutamakan keterampilan tangan, bentuk, tekstur, pola, dan kreativitas.


      Makrame dapat dibuat menjadi berbagai macam benda, misalnya:

      • hiasan dinding,
      • gantungan pot,
      • gantungan kunci,
      • gelang,
      • tempat pensil,
      • dekorasi kamar,
      • dan berbagai benda hias lainnya.
      C. Alat dan Bahan Makrame

      Beberapa alat dan bahan yang dapat digunakan:

      No.Alat/BahanFungsi
      1Tali makrameBahan utama untuk membuat karya
      2GuntingMemotong tali
      3Kayu/stikTempat memasangkan tali
      4Meteran/penggarisMengukur panjang tali
      5Manik-manikHiasan tambahan
      6SisirMembuat ujung tali menjadi rumbai

      Catatan: Gunakan gunting dengan hati-hati dan sesuai arahan guru.

      D. Teknik Dasar Makrame

      Dalam membuat makrame terdapat beberapa teknik simpul dasar.

      1. Simpul Mati

      Simpul mati digunakan untuk mengikat tali agar tidak mudah terlepas.

      Ciri-ciri: sederhana, kuat, dan rapat.

      2. Simpul Kepala

      Simpul kepala digunakan untuk memasangkan tali pada kayu atau tali utama.

      3. Simpul Persegi

      7

      Simpul persegi dapat menghasilkan pola yang teratur dan sering digunakan dalam membuat hiasan makrame.

      4. Simpul Spiral

      Simpul spiral menghasilkan bentuk tali yang berputar atau melingkar.

      5. Simpul Kombinasi

      Beberapa jenis simpul dapat digabungkan untuk menghasilkan pola dan bentuk yang lebih menarik.


           TUGAS
           Buatlah 3 simpul yang menurutmu mudah menggunakan tali kur, kemudian tempelkan  pada buku tugasmu 
     
    Happy Learning 

    About Me

    My photo
    Biodata guruNama : Rio Katmasanti,SPd.SDPendidikan :S1Unit Kerja : SD AL-Azhar 2 Bandar LampungGuru Kelas : VB Jenis Kelamin : PerempuanMedsos : Instagram(riokatmasanti) Youtube (riokatmasanti)

    BAHASA INDONESIA

      IDENTITAS      Nama Guru         : Rio Katmasanti,S.Pd.SD Mata Pelajaran   : Bahasa Indonesia Hari, Tanggal      : Selasa, 8 Septembe...

    follower

    Blog Archive

    Search This Blog

    ALAT PEMOMPA DARAH MANUSIA (JANTUNG

    ALAT PEMOMPA DARAH MANUSIA (JANTUNG

    MACAM - MACAM BANGUN DATAR

    MACAM - MACAM BANGUN DATAR

    My Blog List

    Pages

    Blogger templates

    Pages - Menu