السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ
Dear my pious boys and girls of Class VB,
How are you on this cheerful Thursday? I hope all of us are healthy, happy, and full of enthusiasm. Aamiin.Alhamdulillah, today we daymeet again to learn Pendidikan Pancasila and Natural Science.As usual, before we begin our learning activities, we will first listen to a short Islamic sermon (tausiyah), perform the Dhuha prayer, and recite the Qur'an (tadarus) together.
Have a wonderful learning day, and may Allah bless us all. Aamiin.
Let's start learning!
Have fun, stay focused, and do viut best !
1.Identitas Diri
A. Nama : Rio Katmasanti,S.Pd.SD
B. Mapel : Pendidikan Pancasila
C. Hari/Tanggal : Kamis,30 juli 2026
D. Kelas : VB
E. Materi Pokok :Piagam Jakarta dan Peran Panitia Sembilan
2. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami kronologi sejarah kelahitan pancasila
Metode pembelajaran : PBL(Problem based Learning)
Media Pembelajaran : LCD
3.Isi Materi :
🌼Rangkuman Pendidikan Pancasila
Media Pembelajaran : LCD
Latar Belakang Pembentukan Panitia Sembilan
Setelah Sidang Pertama BPUPKI (29 Mei – 1 Juni 1945) selesai, belum dicapai kesepakatan bulat mengenai rumusan dasar negara antara Golongan Kebangsaan (Nasionalis) dan Golongan Islam.
Untuk menjembatani perbedaan pendapat tersebut, dibentuklah panitia kecil bernama Panitia Sembilan pada 22 Juni 1945.
2. Anggota Panitia Sembilan
Panitia Sembilan diketuai oleh Ir. Soekarno dengan komposisi seimbang antara golongan nasionalis dan Islam:
| Golongan | Anggota |
| Ketua | Ir. Soekarno |
| Nasionalis | Drs. Mohammad Hatta, Mr. Muhammad Yamin, Mr. A.A. Maramis, Mr. Achmad Soebardjo |
| Islam | KH. Abdul Wahid Hasjim, H. Agus Salim, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir |
3. Peran Panitia Sembilan
Menampung dan menyelaraskan usulan: Mengolah berbagai masukan dasar negara dan rancangan Indonesia merdeka dari para anggota BPUPKI.
Menyusun Rancangan Pembukaan UUD: Menghasilkan dokumen perancangan dasar negara yang diberi nama Piagam Jakarta (Jakarta Charter) pada tanggal 22 Juni 1945 (nama Piagam Jakarta diusulkan oleh Mr. Muhammad Yamin).
4. Isi Piagam Jakarta dan Rumusan Pancasila
Di dalam Piagam Jakarta memuat rancangan rumusan Pancasila pertama sebagai berikut:
Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya (dikenal dengan sebutan "Tujuh Kata")
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
5. Perubahan Sila Pertama (18 Agustus 1945)
Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, tokoh-tokoh dari Indonesia bagian Timur menyampaikan keberatan atas kalimat sila pertama pada Piagam Jakarta.
Demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, para tokoh Islam (seperti Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, Kasman Singodimedjo, dan Teuku Muhammad Hasan) berjiwa besar menyepakati perubahan klausa tersebut dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945.
Perubahan:
"Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa".
Naskah Piagam Jakarta yang telah disempurnakan inilah yang kemudian disahkan menjadi Pembukaan UUD 1945.
- Siapakah ketua dari Panitia Sembilan?
- A. Drs. Mohammad Hatta
- B. Ir. Soekarno
- C. Mr. Moh. Yamin
- D. H. Agus Salim [1]
- Apa tugas utama yang diberikan kepada Panitia Sembilan?
- Kapan Piagam Jakarta berhasil dirumuskan oleh Panitia Sembilan?
- Tokoh berikut yang bukan merupakan anggota Panitia Sembilan adalah...
- A. Ir. Soekarno
- B. Mr. Soepomo
- C. Mr. A. A. Maramis
- D. H. Agus Salim
- Berapa jumlah total anggota yang ada di dalam Panitia Sembilan?
- A. 5 orang
- B. 7 orang
- C. 9 orang
- D. 19 orang
🌸 IPAS
Tujuan Pembelajarannya :Peserta didik mampu merefleksikan sistem organ pencernaan manusia dan mengaitkannya dengan cara menjaga kesehatan tubuh
Refleksi Sistem Organ Pencernaan
Sistem pencernaan manusia adalah salah satu mahakarya mekanis dan kimiawi yang sangat kompleks. Tubuh kita bertindak seperti sebuah pabrik pengolahan energi canggih yang bekerja tanpa henti:
Mulut & Berganti Peran (Mekanis & Kimiawi): Proses dimulai dari hal sederhana—mengunyah. Gigi memecah makanan, sementara enzim amilase dalam air liur mulai mengurai karbohidrat. Ini mengajarkan bahwa pencernaan yang baik membutuhkan kesiapan dari tahap paling awal.
Lambung (Lingkungan Ekstrem): Lambung menggunakan asam klorida ($HCl$) dengan tingkat keasaman sangat tinggi untuk membunuh bakteri merugikan dan mengurai protein. Luar biasanya, dinding lambung memiliki lapisan mukus khusus agar tidak "mencerna dirinya sendiri."
Usus Halus (Pusat Penyerapan Nutrisi): Dengan permukaan yang dipenuhi vili (jonjot usus), usus halus memperluas area penyerapan hingga ratusan meter persegi untuk memastikan setiap nutrisi masuk ke pembuluh darah.
Usus Besar & Mikrobioma (Keseimbangan Ekosistem): Tempat fermentasi sisa makanan dan penyerapan air. Di sinilah triliunan bakteri baik (gut microbiota) hidup. Kesehatan usus besar sangat menentukan imunitas tubuh dan bahkan suasana hati (mood).
Refleksi Utama: Sistem pencernaan tidak sekadar "mengolah makanan menjadi kotoran," melainkan pintu gerbang utama yang menentukan kualitas darah, energi, organ tubuh, hingga sistem kekebalan tubuh kita. Apa yang kita masukkan ke dalam mulut adalah bahan baku bagi pembuatan sel-sel tubuh kita yang baru.
2. Mengaitkan Sistem Pencernaan dengan Cara Menjaga Kesehatan
Memahami cara kerja organ pencernaan memberi kita panduan logis tentang cara merawat tubuh:
1. Mengunyah Makanan Lebih Lama (Meringankan Kerja Lambung)
Alasan Organis: Mengunyah makanan hingga halus memperluas permukaan makanan yang akan diproses oleh enzim dan meredakan beban kerja lambung dalam memecah partikel besar.
2. Mengonsumsi Cukup Air Putih (Mencegah Sembelit & Membantu Enzim)
Alasan Organis: Air dibutuhkan untuk membentuk cairan pencernaan, melarutkan nutrisi di usus halus, serta menjaga kelenturan feses di usus besar agar tidak terjadi konstipasi (sembelit).
3. Memperbanyak Asupan Serat (Makanan bagi Mikrobioma Usus)
Alasan Organis: Serat dari buah, sayur, dan biji-bijian tidak dicerna oleh enzim manusia, tetapi menjadi makanan utama bagi bakteri baik di usus besar. Bakteri yang sehat menghasilkan asam lemak rantai pendek ($SCFA$) yang memperkuat imunitas tubuh.
4. Membatasi Makanan Tinggi Gula & Olahan (Ultra-Processed)
Alasan Organis: Makanan berkarbohidrat sederhana dan bergula tinggi dapat merusak keseimbangan bakteri usus (dysbiosis), memicu peradangan pada dinding usus, serta memperlambat pergerakan saluran pencernaan.
5. Menjaga Pola Makan Teratur (Mencegah Asam Lambung)
Alasan Organis: Lambung memproduksi asam secara siklis. Jika jadwal makan terlalu berantakan atau sering mengabaikan rasa lapar, asam lambung berlebih dapat mengikis dinding lambung dan menyebabkan penyakit maag (gastritis) atau GERD.
3. Kesimpulan Reflektif
Menjaga kesehatan tubuh bukanlah tentang diet ketat yang menyiksa, melainkan bentuk kerja sama dan empati kita terhadap organ tubuh sendiri. Ketika kita memilih makanan yang bernutrisi, mengunyah dengan tenang, dan minum cukup air, kita sedang membantu sistem pencernaan bekerja secara optimal tanpa beban berlebih.
👉Latihan Soal IPAS
- Urutan saluran pencernaan yang benar pada manusia adalah...
- Gerakan meremas dan mendorong makanan yang terjadi di dalam kerongkongan disebut gerak...
- A. Lokokomosi
- B. Partikulat
- C. Peristaltik
- D. Vasodilatasi
- Enzim di dalam mulut yang berfungsi mengubah amilum (karbohidrat) menjadi glukosa sederhana adalah...
- A. Pepsin
- B. Amilase (ptyalin)
- C. Lipase
- D. Renin
- Di dalam lambung terdapat asam klorida (HCl) yang berguna untuk...
- A. Membunuh kuman/bakteri pada makanan
- B. Mengubah lemak menjadi asam lemak
- C. Menetralkan racun
- D. Menyerap air secara langsung
- Penyakit diare terjadi karena adanya gangguan penyerapan air yang tidak sempurna di bagian...
- A. Lambung
- B. Usus halus
- C. Usus besar
- D. Kerongkongan
Happy LearningRefleksi/kesimpulan :alhamdulillah kegiatan pembelajaran hasil ini pelajaran IPAS materi Refleksi pencernaan manusia berjalan dengan baik dan sebagian besar peserta didik dapat memahami materi dengan baik.Berikut dokumentasi kegiatannya :




