Tuesday, March 31, 2026

IPAS DAN BAHASA INDONESIA

Bismillah, Kaligrafi, Arab, Desain

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ

 Anak sholeh dan sholeha kelas VA,bagaimana kabarnya di hari Selasa yang ceria ini,semoga kita semua dalam keadaan sehat dan tetap bersemangat aamiin.Alhamdulillah Hari ini kita kembali bertemu lagi untuk belajar IPAS dan B.Indonesia

Seperti biasa sebelum melakukan aktivitas pembelajaran, terlebih dulu kita akan melaksanakan kegiatan  menyimak tauziah,sholat dhuha dan tadarus

 

Yuk kita mulai belajar !             

1.Identitas Diri

A.      Nama                   : Rio Katmasanti

B.      Mapel                    : Matematika

C.      Hari/Tanggal         :  Selasa ,31 Maret 2026

D.      Kelas                      : VA

E.       Materi Pokok         :Pengertian imperialisme dan kolonialisme

  2.  Tujuan Pembelajaran : Murid dapat  Menceritakan perjuangan bangsa melawan imperialisme, merenungkan serta meneladani semangat pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.

  3.Isi Materi 

 Kolonialisme adalah praktik penguasaan fisik suatu wilayah dan sumber dayanya oleh negara lain untuk keuntungan ekonomi (penjajahan), sedangkan imperialisme adalah kebijakan atau ideologi untuk menanamkan pengaruh politik, ekonomi, dan budaya atas negara lain

 Perjuangan bangsa Indonesia melawan imperialisme barat (abad ke-16 hingga ke-20) berawal dari  perlawanan fisik kedaerhan terhadap monopoli rempah -rempah dan intervensi politik VOC/Belanda . Perlawanan ini berevolusi menjadi pergerakan nasional modern melalui organisasi terpelajar setelah tahun 1908, yang berfokus pada persatuan, pendidikan, dan diplomasi untuk mencapai kemerdekaan      

Perlawanan Kedaerahan (Sebelum Abad ke-20)
  • Karakteristik: Bersifat lokal, bergantung pada pemimpin karismatik, menggunakan senjata tradisional, dan mudah dipecah belah (devide et impera).
  • Contoh Perlawanan:
    • Perlawanan Aceh terhadap Portugis (Sultan Iskandar Muda) dan Belanda (Perang Aceh 1873-1904).
    • Perlawanan Mataram (Sultan Agung) terhadap VOC.
    • Perang Padri (Sumatera Barat).
    • Perang Diponegoro (Jawa).
    • Perang Pattimura (Maluku).
  • Penyebab Kegagalan: Kurang terorganisir, tidak serentak, dan kalah persenjataan.
2. Pergerakan Nasional (Awal Abad ke-20 - 1945)
  • Karakteristik: Terorganisir, nasionalis, menggunakan organisasi modern, pendidikan, dan pers.
  • Tahapan:
    • Masa Awal (1908): Berdirinya Budi Utomo (pelopor organisasi modern).
    • Masa Radikal (1920-an): Sarekat Islam, Indische Partij, PNI menuntut kemerdekaan langsung.
    • Masa Bertahan (1930-an): Lebih moderat dan menggunakan dewan rakyat (Volksraad).
  • Momentum Penting: Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, menyatukan visi kebangsaan.
3. Perjuangan Fisik dan Diplomasi (Pasca 1945)
Faktor Utama Perjuangan:
  • Monopoli perdagangan VOC dan penderitaan rakyat akibat Tanam Paksa (Cultuurstelsel).
  • Intervensi politik terhadap kerajaan-kerajaan Nusantara.
  • Tumbuhnya kesadaran nasional di kalangan terpelajar.
Perjuangan ini secara perlahan mengikis kekuatan penjajah hingga akhirnya Indonesia mencapai pengakuan kedaulatan penuh pada akhir tahun 1949.

Pengertian

  • Teks narasi: Teks yang menceritakan peristiwa secara runtut (ada alur cerita).
  • Puisi: Karya sastra yang menyampaikan perasaan dan pikiran dengan bahasa yang indah, singkat, dan penuh makna.
Perubahan Narasi → Puisi

Mengubah narasi menjadi puisi berarti:

  • Mengambil inti cerita dan emosi dari narasi.
  • Menghilangkan detail alur yang panjang.
  • Mengubah bahasa menjadi lebih puitis, imajinatif, dan padat.
Langkah-langkah
  1. Pahami isi teks narasi.
  2. Tentukan tema dan suasana.
  3. Ambil peristiwa atau perasaan utama.
  4. Gunakan:
    • Diksi yang indah
    • Majas (metafora, personifikasi, dll)
  5. Susun dalam larik dan bait.
  6. Tidak perlu menceritakan semua kejadian.
Ciri Hasil Puisi
  • Singkat dan padat
  • Mengandung makna mendalam
  • Menggunakan bahasa kias
  • Lebih menonjolkan perasaan daripada alur cerita  
 Contoh merubah teks narasi  menjadi puisi!
  • Pada sore hari, Budi duduk di tepi sungai. Ia menikmati angin sepoi-sepoi sambil mengenang masa kecilnya yang penuh kebahagiaan.

    Senja duduk di tepi sungai
    Angin berbisik lembut di hati
    Kenangan kecil datang kembali
    Membawa tawa yang telah pergi 

🌸Kesimpulan

Narasi yang panjang diubah menjadi puisi dengan cara memadatkan cerita menjadi ungkapan perasaan yang indah dan bermakna.

Soal Latihan

Ubahlah teks narasi berikut menjadi Puisi 

1. Hujan turun deras di siang hari. Andi berlari mencari tempat berteduh. Pakaiannya basah, tetapi ia tetap tersenyum.

2. Di pantai yang indah, angin bertiup lembut. Ombak berkejaran ke tepi. Seorang anak bermain pasir dengan riang.

SELAMAT BELAJAR 

 



0 comments:

Post a Comment

About Me

My photo
Biodata guru Nama : Rio Katmasanti,SPd.SD Pendidikan :S1 Unit Kerja : SD AL-Azhar 2 Bandar Lampung Guru Kelas : VA Jenis Kelamin : Perempuan Medsos : Instagram(riokatmasanti) Youtube (riokatmasanti)

IPAS DAN BAHASA INDONESIA

  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ  Anak sholeh dan sholeha kelas VA,bagaimana kabarny a di hari Selasa yang ce...

follower

Blog Archive

Search This Blog

ALAT PEMOMPA DARAH MANUSIA (JANTUNG

ALAT PEMOMPA DARAH MANUSIA (JANTUNG

MACAM - MACAM BANGUN DATAR

MACAM - MACAM BANGUN DATAR

My Blog List

Pages

Blogger templates

Pages - Menu