السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ
Anak sholeh dan sholeha kelas VA,bagaimana kabarnya di hari Selasa yang ceria ini,semoga kita semua dalam keadaan sehat dan tetap bersemangat aamiin.Alhamdulillah Hari ini kita kembali bertemu lagi untuk belajar IPAS dan B.Indonesia
Seperti biasa sebelum melakukan aktivitas pembelajaran, terlebih dulu kita akan melaksanakan kegiatan menyimak tauziah,sholat dhuha dan tadarus
Yuk kita mulai belajar !
1.Identitas Diri
A. Nama : Rio Katmasanti
B. Mapel : Matematika
C. Hari/Tanggal : Selasa ,31 Maret 2026
D. Kelas : VA
E. Materi Pokok :Pengertian imperialisme dan kolonialisme
2. Tujuan Pembelajaran : Murid dapat Menceritakan perjuangan bangsa melawan imperialisme, merenungkan serta meneladani semangat pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.
3.Isi Materi
Kolonialisme adalah praktik penguasaan fisik suatu wilayah dan sumber dayanya oleh negara lain untuk keuntungan ekonomi (penjajahan), sedangkan imperialisme adalah kebijakan atau ideologi untuk menanamkan pengaruh politik, ekonomi, dan budaya atas negara lain
Perjuangan bangsa Indonesia melawan imperialisme barat (abad ke-16 hingga ke-20) berawal dari perlawanan fisik kedaerhan terhadap monopoli rempah -rempah dan intervensi politik VOC/Belanda . Perlawanan ini berevolusi menjadi pergerakan nasional modern melalui organisasi terpelajar setelah tahun 1908, yang berfokus pada persatuan, pendidikan, dan diplomasi untuk mencapai kemerdekaan
- Karakteristik: Bersifat lokal, bergantung pada pemimpin karismatik, menggunakan senjata tradisional, dan mudah dipecah belah (devide et impera).
- Contoh Perlawanan:
- Perlawanan Aceh terhadap Portugis (Sultan Iskandar Muda) dan Belanda (Perang Aceh 1873-1904).
- Perlawanan Mataram (Sultan Agung) terhadap VOC.
- Perang Padri (Sumatera Barat).
- Perang Diponegoro (Jawa).
- Perang Pattimura (Maluku).
- Penyebab Kegagalan: Kurang terorganisir, tidak serentak, dan kalah persenjataan.
- Karakteristik: Terorganisir, nasionalis, menggunakan organisasi modern, pendidikan, dan pers.
- Tahapan:
- Masa Awal (1908): Berdirinya Budi Utomo (pelopor organisasi modern).
- Masa Radikal (1920-an): Sarekat Islam, Indische Partij, PNI menuntut kemerdekaan langsung.
- Masa Bertahan (1930-an): Lebih moderat dan menggunakan dewan rakyat (Volksraad).
- Momentum Penting: Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, menyatukan visi kebangsaan.
- Setelah proklamasi, perjuangan berlanjut melawan NICA/Belanda yang ingin kembali menjajah.
- Fisik: Pertempuran Surabaya (10 November), Palagan Ambarawa.
- Diplomasi: Perjanjian Linggarjati, Renville, Roem-Royen, dan Konferensi Meja Bundar (KMB).
- Monopoli perdagangan VOC dan penderitaan rakyat akibat Tanam Paksa (Cultuurstelsel).
- Intervensi politik terhadap kerajaan-kerajaan Nusantara.
- Tumbuhnya kesadaran nasional di kalangan terpelajar.

0 comments:
Post a Comment