
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ
Anak sholeh dan sholeha kelas VA,bagaimana kabarnya di hari Kamis yang ceria ini,semoga kita semua dalam keadaan sehat dan tetap bersemangat aamiin.Alhamdulillah Hari ini kita kembali bertemu lagi untuk belajar Seni dan PAK
Seperti biasa sebelum melakukan aktivitas pembelajaran, terlebih dulu kita akan melaksanakan kegiatan menyimak tauziah,sholat dhuha dan tadarus
Yuk kita mulai belajar !
1.Identitas Diri
A. Nama : Rio Katmasanti
B. Mapel : SENI RUPA DAN PAK
C. Hari/Tanggal : Jum'at ,17 April 2026
D. Kelas : VA
E. Materi Pokok : Teknik presentasi karya sederhana dan refleksi hasil karya
2. Tujuan Pembelajaran :
mMateri Pokok :Mewujudkan karya seni rupa berdasarkan gagasan pribadi dengan teknik yang sesuai.
Tujuan Pembelajaran : Murid dapat mewujudkan karya seni rupa berdasarkan gagasan pribadi dengan teknik yang sesuai 1. Pengertian
Karya seni rupa adalah hasil ciptaan manusia yang dapat dilihat dan dirasakan. Karya ini dapat dibuat berdasarkan gagasan pribadi yang berasal dari pengalaman, imajinasi, atau perasaan.
2. Gagasan Pribadi dalam Berkarya
Gagasan pribadi adalah ide yang muncul dari diri sendiri, seperti:
- Pengalaman sehari-hari (bermain, liburan, keluarga)
- Perasaan (senang, sedih, bangga)
- Lingkungan sekitar
- Imajinasi (khayalan atau cerita)
Contoh:
- Menggambar suasana bermain bersama teman
- Melukis pemandangan kampung halaman
- Membuat gambar tentang cita-cita
3. Teknik dalam Seni Rupa
- Teknik adalah cara yang digunakan untuk membuat karya.
- Beberapa teknik sederhana:
- Teknik arsir → menggunakan garis-garis
- Teknik blok → mewarnai penuh
- Teknik gradasi → perpaduan warna
- Teknik kolase → menempel bahan (kertas, daun, dll.)
4. Langkah Mewujudkan Karya
- . Menentukan gagasan/tema
- Membuat sketsa
- Memilih teknik yang sesuai
- Menentukan alat dan bahan
- Menyelesaikan karya
- Menggambar pengalaman pribadi
- Membuat kolase dari bahan alam
- Melukis suasana yang indah
🌸PAK
Mapel : PAK
Karena kalau kita diam saja, korupsi akan terus terjadi.
Peduli berarti berani mengatakan yang benar.
Peduli juga berarti ikut menjaga kejujuran dan keadilan di sekitar kita.
Cerita Hikmah: "Kepedulian Dika"
Di sebuah sekolah dasar, ada anak bernama Dika. Suatu hari, Dika melihat temannya, Rino, mengambil uang kotak infak kelas saat tidak ada orang. Dika bingung—dia takut dianggap pengadu, tapi hatinya gelisah.
Akhirnya, Dika memberanikan diri bercerita pada guru wali kelas. Tapi bukan untuk menghukum Rino, melainkan agar Rino bisa dibantu. Guru pun memanggil Rino dan menanyakan dengan lembut. Ternyata, Rino mengambil uang itu karena keluarganya sedang kesulitan.
Guru dan teman-teman kelas akhirnya membantu Rino dengan membuat program tabungan sosial untuk teman-teman yang butuh. Rino pun merasa bersalah dan meminta maaf. Sejak itu, dia menjadi lebih jujur dan semangat belajar.
Pesan cerita: Karena Dika peduli, satu tindakan kecil menyelamatkan banyak hal—hubungan pertemanan, kejujuran, dan semangat gotong-royong.
Apa Itu Peduli?
Peduli adalah rasa perhatian dan ingin membantu orang lain atau lingkungan sekitar. Orang yang peduli tidak hanya memikirkan diri sendiri, tapi juga memperhatikan keadaan orang lain.
Kenapa Kita Harus Peduli?Karena kita hidup bersama orang lain.
Peduli membuat lingkungan menjadi lebih baik.
Dengan peduli, kita bisa membantu orang yang sedang kesusahan.
Tuhan menyukai orang yang suka menolong.
Menolong teman yang jatuh tanpa disuruh.
Meminjamkan alat tulis kepada teman yang lupa bawa.
Mengajak teman yang terlihat sedih untuk bermain bersama.
Ikut membersihkan kelas walaupun bukan jadwal piket.
Tidak merusak tanaman di sekolah.
Beni adalah anak yang biasa saja. Dia tidak terlalu pintar, juga bukan anak kaya. Tapi dia punya hati yang besar.
Suatu hari, saat istirahat sekolah, Beni melihat Danu duduk sendirian tanpa bekal. Teman-teman lain sedang asyik makan dan bermain. Beni lalu membuka kotak makannya dan membagi nasinya dengan Danu.
“Ambil setengahnya ya, Dan,” kata Beni sambil tersenyum.
Danu awalnya malu, tapi akhirnya menerima dengan senang hati. Sejak hari itu, mereka jadi sahabat. Dan Danu yang dulunya pendiam, jadi lebih ceria dan semangat sekolah.
Hikmahnya: Kadang, hal kecil seperti membagi makanan bisa mengubah hari seseorang. Peduli itu tidak harus besar. Yang penting ikhlas dan tulus.
Ayo Latihan!
1. Apa arti peduli menurut kamu?
2. Pernahkah kamu menolong orang lain? Ceritakan!
3. Apa yang kamu lakukan kalau melihat temanmu bersedih sendirian?
4. Buatlah gambar tentang sikap peduli yang pernah kamu lakukan!

0 comments:
Post a Comment