Wednesday, July 23, 2025

PENDIDIKAN PANCASILA DAN IPAS

0 comments

 Kamis,24 Juli 2025

 Kelas : VA

Bismillah, Kaligrafi, Arab, Desain

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 Anak sholeh dan sholeha kelas VA,bagaimana kabarnya di hari Kamis yang ceria ini,semoga kita semuadalam keadaan sehat dan tetap bersemangat aamiin.Alhamdulillah Hari ini kita kembali bertemu lagi untuk belajar P.Pancasila dan IPAS

Seperti biasa sebelum melakukan aktivitas pembelajaran, terlebih dulu kita akan melaksanakan kegiatan  menyimak tauziah,sholat dhuha dan tadarus

 

Yuk kita mulai belajar !

 🌷Materi Pancasila🌷

Tujuan pembelajaran :      Siswa dapat memahami, kronologi sejarah kelahiran ancasila

Metode pembelajaran :    PBL(Problem based Learning)

 Media Pembelajaran :      LCD          

 

🌷Materi Pancasila🌷

Tujuan pembelajaran :      Siswa dapat memaha, kronologi sejarah kelahitan pancasila

Metode pembelajaran :    PBL(Problem based Learning)

Media Pembelajaran :      LCD          

Rangkaian Kronologi Sejarah Kelahiran Pancasila

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja, melainkan melalui proses panjang dengan perdebatan, pemikiran, dan kesepakatan dari para pendiri bangsa. Berikut adalah rangkaian kronologinya:

1. Pembentukan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) - 29 April 1945

Latar Belakang: Jepang mulai terdesak dalam Perang Dunia II. Untuk menarik simpati rakyat Indonesia agar mau membantu Jepang, dibentuklah BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai) oleh Letnan Jenderal Kumakichi Harada (Panglima Tentara Jepang ke-16).

Tujuan: Menyelidiki dan mempersiapkan hal-hal penting yang diperlukan untuk kemerdekaan Indonesia.

Anggota: Beranggotakan 67 orang, diketuai oleh Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat.

2. Sidang Pertama BPUPKI - 29 Mei - 1 Juni 1945

·                      Agenda Utama: Perumusan dasar negara Indonesia merdeka.

·                      Pada sidang ini, beberapa tokoh menyampaikan pandangan atau usulan mengenai dasar negara:

    • 29 Mei 1945: Mohammad Yamin Mengusulkan 5 sila secara lisan (Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, Kesejahteraan Rakyat) dan secara tertulis (Ketuhanan Yang Maha Esa, Kebangsaan Persatuan Indonesia, Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia).
    • 31 Mei 1945: Soepomo Mengusulkan dasar negara yang meliputi: Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan Lahir Batin, Musyawarah, Keadilan Rakyat.
    • 1 Juni 1945: Soekarno Mengusulkan nama "Pancasila" dengan 5 poin: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, Ketuhanan Yang Maha Esa. Soekarno juga menawarkan jika 5 sila ini diperas menjadi Trisila (Sosio-nasionalisme, Sosio-demokrasi, Ketuhanan) dan bahkan Ekasila (Gotong Royong).

·                      Pentingnya 1 Juni: Karena pada tanggal inilah nama "Pancasila" pertama kali diusulkan oleh Soekarno. Oleh karena itu, tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

3. Pembentukan Panitia Sembilan - Setelah Sidang Pertama BPUPKI

·                      Karena belum ada kesepakatan bulat mengenai rumusan dasar negara, BPUPKI membentuk sebuah panitia kecil untuk merumuskan kembali gagasan-gagasan dasar negara, yang dikenal sebagai Panitia Sembilan.

·                      Anggota:

    • Ir. Soekarno (Ketua)
    • Drs. Mohammad Hatta (Wakil Ketua)
    • Mr. Achmad Soebardjo (Anggota)
    • Mr. Mohammad Yamin (Anggota)
    • K.H. Wachid Hasyim (Anggota)
    • Abdoel Kahar Moezakir (Anggota)
    • Abikoesno Tjokrosoejoso (Anggota)
    • H. Agus Salim (Anggota)
    • Mr. A.A. Maramis (Anggota)

4. Perumusan Piagam Jakarta - 22 Juni 1945

·                      Panitia Sembilan berhasil merumuskan naskah rancangan pembukaan hukum dasar (Undang-Undang Dasar) yang kemudian dikenal dengan nama Piagam Jakarta (Jakarta Charter).

·                      Isi Piagam Jakarta terkait dasar negara:

    1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
    2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
    3. Persatuan Indonesia.
    4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
    5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

·                      Rumusan ini menjadi cikal bakal rumusan Pancasila saat ini, meskipun ada perubahan pada sila pertama.

5. Sidang Kedua BPUPKI - 10-17 Juli 1945

·                      Pada sidang ini, hasil kerja Panitia Sembilan (Piagam Jakarta) diterima dan menjadi dasar untuk perumusan Undang-Undang Dasar (UUD).

6. Pembubaran BPUPKI dan Pembentukan PPKI - 7 Agustus 1945

·                      Setelah menyelesaikan tugasnya, BPUPKI dibubarkan dan dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Iinkai.

·                      Tujuan: Melanjutkan tugas BPUPKI dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

·                      Ketua: Ir. Soekarno.

·                      Anggota: Berjumlah 21 orang, kemudian ditambah tanpa sepengetahuan Jepang.

7. Pengesahan Pancasila sebagai Dasar Negara - 18 Agustus 1945

·                      Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, PPKI mengadakan sidangnya yang pertama.

·                      Agenda Utama:

1.                   Mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD 1945).

2.                   Memilih Presiden dan Wakil Presiden (Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta).

·                      Perubahan Penting pada Piagam Jakarta: Sebelum disahkan, sila pertama dalam Piagam Jakarta yang berbunyi "Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Perubahan ini dilakukan atas usulan dari perwakilan Indonesia bagian Timur (terutama dari tokoh-tokoh Kristen) yang keberatan dengan frasa tersebut demi menjaga persatuan bangsa.

·                      Dengan disahkannya UUD 1945, secara otomatis Pancasila dengan rumusan resminya disahkan sebagai dasar negara Republik Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

·                       Rangkaian kronologi ini menunjukkan bahwa Pancasila adalah hasil dari pemikiran mendalam, musyawarah, dan kompromi para pendiri bangsa demi terwujudnya persatuan dan kesatuan Indonesia. Ini adalah warisan berharga yang harus terus kita jaga  

🌼IPAS🌼

 

MATERI IPAS
Tujuan pembelajaran :      
Siswa dapat 
Mengidentifikasi sistem pernapasan

Metode pembelajaran :    PBL(Problem based Learning)

Media Pembelajaran :      LCD

Materi Ipas

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP

 Ciri-ciri makhluk hidup mencakup beberapa poin utama: bernapas, bergerak, membutuhkan nutrisi (makan dan minum), tumbuh dan berkembang, berkembang biak (reproduksi), mengeluarkan zat sisa (ekskresi), peka terhadap rangsangan (iritabilitas), dan beradaptasi dengan lingkungan. 

Ciri-ciri Makhluk Hidup:
 1.      Bernapas:
 Semua makhluk hidup melakukan proses pernapasan, yaitu menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Oksigen digunakan untuk pembakaran makanan dalam tubuh, menghasilkan energi.
 2.      Bergerak:
 Makhluk hidup mampu bergerak, baik berpindah tempat maupun menggerakkan bagian tubuh. Contohnya, manusia berjalan, hewan berlari, dan tumbuhan menggerakkan bagian tertentu.
 3.      Membutuhkan Nutrisi:
 Makhluk hidup memerlukan makanan dan minuman sebagai sumber energi dan bahan penyusun tubuh. Makanan mengandung berbagai zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
 4.      Tumbuh dan Berkembang:
 
Makhluk hidup mengalami pertumbuhan, yaitu bertambahnya ukuran tubuh, dan perkembangan, yaitu perubahan menuju kedewasaan. Contohnya, tumbuhan dari biji akan tumbuh menjadi kecambah, lalu tanaman dewasa.
 5.      Berkembang Biak:
 
Makhluk hidup memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri atau menghasilkan keturunan. Tujuannya untuk melestarikan jenisnya.
 6.      Mengeluarkan zat sisa (Ekskresi):
 
Makhluk hidup menghasilkan zat sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan tubuh dan harus dikeluarkan. Contohnya, manusia mengeluarkan keringat dan urin.
 7.      Peka terhadap rangsangan (Iritabilitas):
 
Makhluk hidup mampu menanggapi rangsangan dari lingkungan, baik dari dalam maupun luar tubuh. Contohnya, tumbuhan putri malu menutup daunnya saat disentuh.
 8.      Beradaptasi:
 
Makhluk hidup mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya untuk dapat bertahan hidup. Contohnya, hewan kutub memiliki bulu tebal untuk menghangatkan tubuh. 

Organ dan Bagian-bagian Sistem Pernapasan Manusia

Berikut adalah organ dan bagian sistem pernapasan manusia


1. Rongga hidung

Udara yang berasal dari luar akan memasuki rongga hidung. Di dalam rongga hidung yang berselaput, ada kelenjar minyak dan juga kelenjar keringat. Selaput itu berfungsi untuk menangkap benda-benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan.

Di dalam rongga hidung juga ada rambut-rambut kecil dan tebal. Rambut-rambut itu memiliki fungsi untuk menyaring partikel kotoran-kotoran yang masuk ke dalam hidung bersama udara. Selain itu ada juga konka yang memiliki fungsi untuk menghangatkan udara dingin yang masuk ke dalam rongga hidung.


2. Faring atau Tenggorokan

Udara yang masuk dari rongga hidung akan melewati tenggorokan. Tenggorokan memiliki dua cabang saluran yaitu saluran pernapasan dan saluran pencernaan yang terletak di bagian belakang. Fungsi utama tenggorokan adalah menyediakan saluran untuk udara yang masuk dan juga keluar. Di tenggorokan juga ada pita suara yang berguna untuk menghasilkan suara. Jika ada udara yang masuk, maka pita suara akan bergetar dan menghasilkan suara.

Jika seseorang makan sambil berbicara hal itu bisa membahayakan karena makanan bisa masuk ke saluran pernapasan yang sedang terbuka. Meski begitu, saraf manusia bisa mengatur supaya menelan, bernapas dan berbicara tidak terjadi dalam waktu yang bersamaan. Jika hal ini sering dilakukan bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untung merawat hidung dan juga tenggorokan sebagai salah satu bagian dari proses pernapasan. Cara merawatnya dapat Grameds pahami melalui buku Ayo Rawat Telinga, Hidung, dan Tenggorokanmu.

3. Trakea atau batang tenggorokan

Tenggorokan adalah organ yang berbentuk pipa dan terletak di sebagian leher sampai ke rongga dada. Dinding tenggorokan sangat tipis dan kaku dan ada di dalam rongga bersilia. Silia ini memiliki fungsi untuk menyaring benda-benda asing yang masuk melalui saluran pernapasan.

Batang tenggorokan ada di depan kerongkongan. Batang tenggorokan memiliki dua cabang. cabang dari tenggorokan itu akan bercabang-cabang lagi di dalam paru-paru dan menjadi saluran kecil yang disebut bronkiolus. Pada bronkiolus ada gelembung-gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru atau alveolus.

4. Laring atau pangkal tenggorokan

Pangkal tenggorokan adalah organ pernapasan yang berbentuk seperti saluran dan dikelilingi oleh tulang rawan. Pangkal tenggorokan memiliki tulang rawan yang disebut dengan epiglotis. Tulang rawan ini ada di bagian pangkal laring. Pangkal tenggorokan juga diselimuti oleh membran yang bernama mukosa. Membran tersebut memiliki epitel-epitel berlapis yang cukup tebal untuk menahan getaran-getaran suara yang sampai pada pangkal tenggorokan.

Fungsi utama dari pangkal tenggorokan adalah sebagai tempat keluarnya masuk udara dan juga tempat menghasilkan suara. Di sinilah jantuk terbentuk yang disusun oleh beberapa tulang rawan pangkal tenggorokan. Di dalam pangkal tenggorokan juga terdapat katup. Ketika manusia sedang menelan makanan, katup pada pangkal tenggorokan akan menutup dan akan terbuka jika manusia sedang bernafas.

5. Bronkus atau cabang batang tenggorokan

Fungsi dari cabang batang tenggorokan adalah menyediakan jalan untuk udara yang ingin masuk dan keluar dari dan menuju paru-paru. Struktur dari batang tenggorokan mirip dengan struktur batang tenggorokan. Yang membedakan hanya tulang rawan di cabang batang tenggorokan memiliki bentuk yang tidak teratur. pada cabang tenggorokan juga ada cincin tulang rawan yang melingkari dengan baik. Cabang batang tenggorokan memiliki cabang-cabang lagi yang disebut dengan bronkiolus.

Batang tenggorokan memiliki dua cabang yaitu cabang di sebelah kiri dan kanan. Kedua cabang itu mengarah kepada paru-paru dan bercabang lagi. Cabang-cabang kecil yang masuk ke dalam paru-paru disebut alveolus. Alveolus memiliki kapiler darah. Melalui kapiler-kapiler tersebut oksigen dan udara menuju ke dalam darah.

6. Pulmo atau paru-paru

Paru-paru berada di dalam rongga dada bagian atas. Di samping paru-paru ada tulang rusuk dan di bawahnya ada diafragma. Paru-paru terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian kanan dan kiri. Paru-paru bagian kanan terdiri dari tiga lobus, sedangkan paru-paru kiri memiliki dua lobus saja. Paru-paru diselimuti oleh selaput yang tipis.

Di dalam paru-paru terdapat cabang dari bronkus, alveolus dan pembuluh darah. Bronkiolus memiliki cabang-cabang lagi yang disebut dengan bronkiolus respirasi. Paru-paru menjadi tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

SELAMAT BELAJAR
 
Kesimpulan /Refleksi : Alhamdulillah pada kegiatan pembelajaran hari ini materi IPAS sebagian besar murid dapat mengikuti pembelajaran dengan antusias dan baik dengan menggunakan alat peraga Manekin Torso.
Berikut dokumentasi kegiatannya :








 


 


Tuesday, July 22, 2025

BAHASA INDONESIA,SENIRUPA DAN IPAS

0 comments

 Rabu,23 Juli 2025

Kelas : VA

 

Bismillah, Kaligrafi, Arab, Desain

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 Anak sholeh dan sholeha kelas VA,bagaimana kabarnya di hari Rabu yang ceria ini,semoga kita semuadalam keadaan sehat dan tetap bersemangat aamiin.Alhamdulillah Hari ini kita kembali bertemu lagi untuk belajar Bagasa Indonesia,Seni Rupa dan IPAS

Seperti biasa sebelum melakukan aktivitas pembelajaran, terlebih dulu kita akan melaksanakan kegiatan  menyimak tauziah,sholat dhuha dan tadarus

 

Yuk kita mulai belajar !

Tujuan pembelajaran :     Murid dapat mengidentifikasi gagasan pokok dari teks tulis (teks narasi atau deskripsi).

Metode pembelajaran :    PBL(Problem based Learning)

Media Pembelajaran :      LCD                    

 

🌼 BAHASA INDONESIA🌼

Teks Narasi

Pengertian:
Teks narasi adalah teks yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian secara runtut, biasanya melibatkan tokoh, latar, konflik, dan alur cerita.

Cara Mengidentifikasi Gagasan Pokok:

  • Temukan tokoh utama, kejadian penting, dan alur cerita.

  • Perhatikan bagian awal dan akhir paragraf — biasanya mengandung informasi penting.

  • Tanyakan: "Apa inti cerita ini?" atau "Peristiwa apa yang paling penting terjadi?"

Contoh Gagasan Pokok Teks Narasi:

Seorang anak bernama Budi berjuang mengatasi rasa takutnya untuk tampil di atas panggung.


🌄 2. Teks Deskripsi

Pengertian:
Teks deskripsi menggambarkan objek, tempat, atau peristiwa secara rinci sehingga pembaca dapat membayangkannya.

Cara Mengidentifikasi Gagasan Pokok:

  • Amati apa atau siapa yang sedang digambarkan.

  • Perhatikan kalimat utama — sering berada di awal atau akhir paragraf.

  • Tanyakan: "Apa yang sedang dideskripsikan?"

Contoh Gagasan Pokok Teks Deskripsi:

Pantai Parangtritis memiliki keindahan alam yang memukau dengan ombak besar dan pasir hitamnya


🔍 Tips Umum:

  • Gagasan pokok = ide utama yang menjadi inti paragraf/teks.

  • Dukungannya = kalimat-kalimat penjelas atau rincian.

  • Gunakan pertanyaan: “Apa yang dibahas dalam paragraf ini?”

    Soal 1 – Teks Narasi

    Bacalah teks berikut!

    Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang anak bernama Jaka yang sangat suka membantu orang lain. Setiap hari ia membantu ibunya di kebun, dan kadang-kadang ia membantu tetangganya yang sudah tua untuk mengambil air dari sumur. Suatu hari, desa itu mengalami kekeringan. Jaka berinisiatif mencari sumber air di hutan bersama teman-temannya. Setelah perjalanan panjang, mereka menemukan mata air yang jernih. Berkat usaha Jaka, desa mereka kembali mendapat pasokan air.

    Pertanyaan:
    Apakah gagasan pokok dari teks narasi di atas?

    A. Jaka suka bermain di hutan.
    B. Jaka dan teman-temannya menemukan harta karun.
    C. Jaka membantu desanya dengan menemukan sumber air saat kekeringan.
    D. Jaka tidak suka kekeringan.


    🌄 Contoh Soal 2 – Teks Deskripsi

    Bacalah teks berikut!

    Kebun teh di kaki Gunung Lawu tampak begitu indah di pagi hari. Hamparan daun teh yang hijau membentang sejauh mata memandang. Udara di sekitarnya terasa sejuk dan segar. Para petani tampak sibuk memetik daun teh sambil sesekali bercanda satu sama lain.

    Pertanyaan:
    Apakah gagasan pokok dari teks deskripsi di atas?

    A. Para petani bercanda saat memetik daun teh.
    B. Kebun teh di kaki Gunung Lawu terlihat indah dan sejuk di pagi hari.
    C. Gunung Lawu adalah tempat yang berbahaya.
    D. Kebun teh tidak menarik untuk dikunjungi.


    💡 Soal Tambahan (Isian Singkat)

    Soal 3:
    Sebutkan satu cara untuk menemukan gagasan pokok dalam teks narasi!

    🌼Seni Rupa🌼

    Tujuan pembelajaran :      Murid dapat mengenal dan memahami unsur rupa

    Metode pembelajaran :    PBL(Problem based Learning)

     Media Pembelajaran :        Murid dapat mengenal dan memahami unsur rupa

     Media Pembelajaran :      LCD   


    UNSUR-UNSUR SENI RUPA 

    1.TITIK
    🟢
    Titik adalah unsur paling dasar dalam seni rupa. Titik bisa membentuk garis dan bidang.
    Contoh penggunaan: membuat motif batik, pointilis.

    2.GARIS
    〰️ ➖ ➿
    Garis adalah deretan titik yang memanjang. Ada garis lurus, lengkung, zigzag, dan spiral.
    Contoh penggunaan: menggambar sketsa, ilustrasi, dekorasi.

    3.BIDANG
    ⬛ ⬜ 🔺 🔵
    Bidang terbentuk dari garis-garis yang saling terhubung, contohnya segitiga, persegi, lingkaran.
    Contoh penggunaan: kolase, lukisan datar, desain grafis.

    4. BENTUK
    🪑 🍎 ⚽
    Bentuk adalah wujud nyata dari bidang yang diberi volume. Ada bentuk geometris dan bentuk bebas (organik).
    Contoh: kursi (geometris), apel (organik), bola.

    5.WARNA
    🔴🟡🔵
    Warna adalah pantulan cahaya pada mata. Ada warna primer (merah, kuning, biru), sekunder, dan tersier.
    Contoh penggunaan: lukisan, poster, ilustrasi buku.

    6.TEKSTUR
    🪵 (kasar) | 🧣 (halus)
    Tekstur adalah kesan permukaan benda, bisa halus, kasar, licin, atau berbulu.
    Contoh: kain, kayu, pasir, logam

    7.GELAP TERANG (NILAI TONE)
    🌑 🌘 🌓 🌕
    Unsur ini menunjukkan perbedaan intensitas cahaya (gelap dan terang). Digunakan untuk memberi kesan volume dan kedalaman.
    Contoh: bayangan pada lukisan, efek cahaya dalam gambar 3D

    LATIHAN
    Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang [X] pada huruf a, b, c, atau d ! 

    1. Unsur seni rupa yang paling dasar adalah ...
    a. Garis
    b. Titik 
    c. Warna
    d. Bentuk

    2. Garis lurus, lengkung, dan zig-zag merupakan contoh dari unsur ...
    a. Warna
    b. Tekstur
    c. Garis 
    d. Bentuk

    3. Warna primer adalah warna dasar yang terdiri dari ...
    a. Merah, kuning, biru 
    b. Merah, hijau, ungu
    c. Kuning, oranye, biru
    d. Merah, hitam, putih

    4.Unsur seni rupa yang menunjukkan kesan permukaan benda disebut ...
    a. Warna
    b. Tekstur 
    c. Titik
    d. Gelap terang

    5. Unsur gelap terang digunakan dalam karya seni rupa untuk memberikan ...
    a. Warna yang cerah
    b. Kesan bergerak
    c. Kesan mendalam dan volume 
    d. Bentuk geometris

    II Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

    1. Unsur seni rupa yang terbentuk dari gabungan beberapa garis disebut ...
    2. Warna yang diperoleh dari campuran dua warna primer disebut...
    3. Apel, bola, dan vas bunga termasuk contoh unsur rupa berupa ....
    4. Tekstur kasar bisa ditemukan pada benda seperti....
    5.Titik, garis, dan bidang termasuk unsur yang digunakan dalam karya seni ... 

    MATERI IPAS
    Tujuan pembelajaran :      
    Siswa dapat 
    Mengidentifikasi sistem pernapasan

    Metode pembelajaran :    PBL(Problem based Learning)

    Media Pembelajaran :      LCD

    Materi Ipas

    CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP

     Ciri-ciri makhluk hidup mencakup beberapa poin utama: bernapas, bergerak, membutuhkan nutrisi (makan dan minum), tumbuh dan berkembang, berkembang biak (reproduksi), mengeluarkan zat sisa (ekskresi), peka terhadap rangsangan (iritabilitas), dan beradaptasi dengan lingkungan. 

    Ciri-ciri Makhluk Hidup:
     1.      Bernapas:
     Semua makhluk hidup melakukan proses pernapasan, yaitu menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Oksigen digunakan untuk pembakaran makanan dalam tubuh, menghasilkan energi.
     2.      Bergerak:
     Makhluk hidup mampu bergerak, baik berpindah tempat maupun menggerakkan bagian tubuh. Contohnya, manusia berjalan, hewan berlari, dan tumbuhan menggerakkan bagian tertentu.
     3.      Membutuhkan Nutrisi:
     Makhluk hidup memerlukan makanan dan minuman sebagai sumber energi dan bahan penyusun tubuh. Makanan mengandung berbagai zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
     4.      Tumbuh dan Berkembang:
     
    Makhluk hidup mengalami pertumbuhan, yaitu bertambahnya ukuran tubuh, dan perkembangan, yaitu perubahan menuju kedewasaan. Contohnya, tumbuhan dari biji akan tumbuh menjadi kecambah, lalu tanaman dewasa.
     5.      Berkembang Biak:
     
    Makhluk hidup memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri atau menghasilkan keturunan. Tujuannya untuk melestarikan jenisnya.
     6.      Mengeluarkan zat sisa (Ekskresi):
     
    Makhluk hidup menghasilkan zat sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan tubuh dan harus dikeluarkan. Contohnya, manusia mengeluarkan keringat dan urin.
     7.      Peka terhadap rangsangan (Iritabilitas):
     
    Makhluk hidup mampu menanggapi rangsangan dari lingkungan, baik dari dalam maupun luar tubuh. Contohnya, tumbuhan putri malu menutup daunnya saat disentuh.
     8.      Beradaptasi:
     
    Makhluk hidup mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya untuk dapat bertahan hidup. Contohnya, hewan kutub memiliki bulu tebal untuk menghangatkan tubuh. 

    Organ dan Bagian-bagian Sistem Pernapasan Manusia

     

    Berikut adalah organ dan bagian sistem pernapasan manusia


    1. Rongga hidung

    Udara yang berasal dari luar akan memasuki rongga hidung. Di dalam rongga hidung yang berselaput, ada kelenjar minyak dan juga kelenjar keringat. Selaput itu berfungsi untuk menangkap benda-benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan.

    Di dalam rongga hidung juga ada rambut-rambut kecil dan tebal. Rambut-rambut itu memiliki fungsi untuk menyaring partikel kotoran-kotoran yang masuk ke dalam hidung bersama udara. Selain itu ada juga konka yang memiliki fungsi untuk menghangatkan udara dingin yang masuk ke dalam rongga hidung.


    2. Faring atau Tenggorokan

    Udara yang masuk dari rongga hidung akan melewati tenggorokan. Tenggorokan memiliki dua cabang saluran yaitu saluran pernapasan dan saluran pencernaan yang terletak di bagian belakang. Fungsi utama tenggorokan adalah menyediakan saluran untuk udara yang masuk dan juga keluar. Di tenggorokan juga ada pita suara yang berguna untuk menghasilkan suara. Jika ada udara yang masuk, maka pita suara akan bergetar dan menghasilkan suara.

    Jika seseorang makan sambil berbicara hal itu bisa membahayakan karena makanan bisa masuk ke saluran pernapasan yang sedang terbuka. Meski begitu, saraf manusia bisa mengatur supaya menelan, bernapas dan berbicara tidak terjadi dalam waktu yang bersamaan. Jika hal ini sering dilakukan bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

    Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untung merawat hidung dan juga tenggorokan sebagai salah satu bagian dari proses pernapasan. Cara merawatnya dapat Grameds pahami melalui buku Ayo Rawat Telinga, Hidung, dan Tenggorokanmu.

    3. Trakea atau batang tenggorokan

    Tenggorokan adalah organ yang berbentuk pipa dan terletak di sebagian leher sampai ke rongga dada. Dinding tenggorokan sangat tipis dan kaku dan ada di dalam rongga bersilia. Silia ini memiliki fungsi untuk menyaring benda-benda asing yang masuk melalui saluran pernapasan.

    Batang tenggorokan ada di depan kerongkongan. Batang tenggorokan memiliki dua cabang. cabang dari tenggorokan itu akan bercabang-cabang lagi di dalam paru-paru dan menjadi saluran kecil yang disebut bronkiolus. Pada bronkiolus ada gelembung-gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru atau alveolus.

    4. Laring atau pangkal tenggorokan

    Pangkal tenggorokan adalah organ pernapasan yang berbentuk seperti saluran dan dikelilingi oleh tulang rawan. Pangkal tenggorokan memiliki tulang rawan yang disebut dengan epiglotis. Tulang rawan ini ada di bagian pangkal laring. Pangkal tenggorokan juga diselimuti oleh membran yang bernama mukosa. Membran tersebut memiliki epitel-epitel berlapis yang cukup tebal untuk menahan getaran-getaran suara yang sampai pada pangkal tenggorokan.

    Fungsi utama dari pangkal tenggorokan adalah sebagai tempat keluarnya masuk udara dan juga tempat menghasilkan suara. Di sinilah jantuk terbentuk yang disusun oleh beberapa tulang rawan pangkal tenggorokan. Di dalam pangkal tenggorokan juga terdapat katup. Ketika manusia sedang menelan makanan, katup pada pangkal tenggorokan akan menutup dan akan terbuka jika manusia sedang bernafas.

    5. Bronkus atau cabang batang tenggorokan

    Fungsi dari cabang batang tenggorokan adalah menyediakan jalan untuk udara yang ingin masuk dan keluar dari dan menuju paru-paru. Struktur dari batang tenggorokan mirip dengan struktur batang tenggorokan. Yang membedakan hanya tulang rawan di cabang batang tenggorokan memiliki bentuk yang tidak teratur. pada cabang tenggorokan juga ada cincin tulang rawan yang melingkari dengan baik. Cabang batang tenggorokan memiliki cabang-cabang lagi yang disebut dengan bronkiolus.

    Batang tenggorokan memiliki dua cabang yaitu cabang di sebelah kiri dan kanan. Kedua cabang itu mengarah kepada paru-paru dan bercabang lagi. Cabang-cabang kecil yang masuk ke dalam paru-paru disebut alveolus. Alveolus memiliki kapiler darah. Melalui kapiler-kapiler tersebut oksigen dan udara menuju ke dalam darah.

    6. Pulmo atau paru-paru

    Paru-paru berada di dalam rongga dada bagian atas. Di samping paru-paru ada tulang rusuk dan di bawahnya ada diafragma. Paru-paru terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian kanan dan kiri. Paru-paru bagian kanan terdiri dari tiga lobus, sedangkan paru-paru kiri memiliki dua lobus saja. Paru-paru diselimuti oleh selaput yang tipis.

    Di dalam paru-paru terdapat cabang dari bronkus, alveolus dan pembuluh darah. Bronkiolus memiliki cabang-cabang lagi yang disebut dengan bronkiolus respirasi. Paru-paru menjadi tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

    SELAMAT BELAJAR
     
    Refleksi/Kesimpulan :Alhamdulillah pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi  Teks narasi nsebagian besar peserta didik dapat memahami materi dengan baik,
    berikut dokumentasi kegiatannya 
     









Monday, July 21, 2025

MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN PANCASILA

0 comments

 Selasa,22 Juli 2025

 Kelas : VA

Bismillah, Kaligrafi, Arab, Desain

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 Anak sholeh dan sholeha kelas VA,bagaimana kabarnya di hari Selasa yang ceria ini,semoga kita semuadalam keadaan sehat dan tetap bersemangat aamiin.Alhamdulillah Hari ini kita kembali bertemu lagi untuk belajar Matematika dan Pen

Seperti biasa sebelum melakukan aktivitas pembelajaran, terlebih dulu kita akan melaksanakan kegiatan  menyimak tauziah,sholat dhuha dan tadarus

 

Yuk kita mulai belajar !

Tujuan pembelajaran :      Siswa dapat membaca menulis dan menentukan nilai tempat

Metode pembelajaran :    PBL(Problem based Learning)

Media Pembelajaran :      LCD                    

 

🌼 MATEMATIKA🌼

Rangkuman Materi Nilai Tempat Kelas 5 

Nilai Angka dan Nilai Tempat

Penting untuk membedakan antara nilai angka dan nilai tempat:

  • Nilai Tempat: Posisi suatu angka dalam suatu bilangan (misal: ratusan, puluhan ribu).

  • Nilai Angka: Besar nilai dari angka tersebut berdasarkan posisi nilai tempatnya (misal: jika angka 3 di tempat ratusan, nilai angkanya adalah 300).

    Contoh: Pada bilangan 5.678.912:

  • Angka 2 berada di tempat satuan, nilainya 2.

  • Angka 1 berada di tempat puluhan, nilainya 10.

  • Angka 9 berada di tempat ratusan, nilainya 900.

  • Angka 8 berada di tempat ribuan, nilainya 8.000.

  • Angka 7 berada di tempat puluh ribuan, nilainya 70.000.

  • Angka 6 berada di tempat ratus ribuan, nilainya 600.000.

  • Angka 5 berada di tempat jutaan, nilainya 5.000.000

3. Nilai Tempat Bilangan Desimal

Di kelas 5, kamu juga akan diperkenalkan dengan nilai tempat pada bilangan desimal. Angka-angka di sebelah kanan koma desimal juga memiliki nilai tempat:

  • Persepuluhan: Angka pertama setelah koma (contoh: angka 3 pada 0,345)

  • Perseratusan: Angka kedua setelah koma (contoh: angka 4 pada 0,345)

  • Perseribuan: Angka ketiga setelah koma (contoh: angka 5 pada 0,345)

  • Dan seterusnya (Persepuluh Ribuan, Perseratus Ribuan, dll.).

Contoh: Pada bilangan 123,567:

  • Angka 4 berada di tempat persepuluhan, nilainya 0,5 atau 5/10.

  • Angka 5 berada di tempat perseratusan, nilainya 0,06 atau 6/100.

  • Angka 6 berada di tempat perseribuan, nilainya 0,007 atau /1000.


    Latihan Soal Nilai Tempat Kelas 5 Semester 1

    Bagian A: Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Angka 7 pada bilangan 4.725.103 menempati nilai tempat...

a. Satuan

b. Puluh Ribuan

   c. Ratus Ribuan

d. Jutaan

2. Nilai angka 8 pada bilangan 1.289.456 adalah...

 a. 800

 b. 8.000

 c. 80.000

 d. 800.000 

3. Bilangan 34.567 jika diuraikan berdasarkan nilai tempatnya adalah...

a. 30.000+4.000+500+60+7

b. 34.000+500+60+7

c. 30.000+4.000+560+7

d. 30.000+400+50+6+7 

 4. Pada bilangan 0,125, angka 2 menempati nilai tempat...

 a. Persepuluhan

 b. Perseratusan

 c. Perseribuan

 d. Satuan 

5. Nilai angka 6 pada bilangan 7,896 adalah...

a. 0,006         

b. 0,06

c. 0,6

        d. 6


Bagian B: Isian Singkat

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!

  1. Pada bilangan , angka 6 menempati nilai tempat ...

  2. Nilai angka 5 pada bilangan adalah ...

  3. Bilangan dapat dibaca satu juta ..

  4. Pada bilangan , angka 4 menempati nilai tempat ...

  5. Nilai angka 7 pada bilangan adalah ... 

     

    🌷Materi Pancasila🌷

    Tujuan pembelajaran :      Siswa dapat memaha, kronologi sejarah kelahitan pancasila

    Metode pembelajaran :    PBL(Problem based Learning)

    Media Pembelajaran :      LCD          

    Rangkaian Kronologi Sejarah Kelahiran Pancasila

    Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja, melainkan melalui proses panjang dengan perdebatan, pemikiran, dan kesepakatan dari para pendiri bangsa. Berikut adalah rangkaian kronologinya:

    1. Pembentukan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) - 29 April 1945

  6. Latar Belakang: Jepang mulai terdesak dalam Perang Dunia II. Untuk menarik simpati rakyat Indonesia agar mau membantu Jepang, dibentuklah BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai) oleh Letnan Jenderal Kumakichi Harada (Panglima Tentara Jepang ke-16).

  7. Tujuan: Menyelidiki dan mempersiapkan hal-hal penting yang diperlukan untuk kemerdekaan Indonesia.

  8. Anggota: Beranggotakan 67 orang, diketuai oleh Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat.

2. Sidang Pertama BPUPKI - 29 Mei - 1 Juni 1945

  • Agenda Utama: Perumusan dasar negara Indonesia merdeka.

  • Pada sidang ini, beberapa tokoh menyampaikan pandangan atau usulan mengenai dasar negara:

    • 29 Mei 1945: Mohammad Yamin Mengusulkan 5 sila secara lisan (Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, Kesejahteraan Rakyat) dan secara tertulis (Ketuhanan Yang Maha Esa, Kebangsaan Persatuan Indonesia, Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia).

    • 31 Mei 1945: Soepomo Mengusulkan dasar negara yang meliputi: Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan Lahir Batin, Musyawarah, Keadilan Rakyat.

    • 1 Juni 1945: Soekarno Mengusulkan nama "Pancasila" dengan 5 poin: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, Ketuhanan Yang Maha Esa. Soekarno juga menawarkan jika 5 sila ini diperas menjadi Trisila (Sosio-nasionalisme, Sosio-demokrasi, Ketuhanan) dan bahkan Ekasila (Gotong Royong).

  • Pentingnya 1 Juni: Karena pada tanggal inilah nama "Pancasila" pertama kali diusulkan oleh Soekarno. Oleh karena itu, tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

3. Pembentukan Panitia Sembilan - Setelah Sidang Pertama BPUPKI

  • Karena belum ada kesepakatan bulat mengenai rumusan dasar negara, BPUPKI membentuk sebuah panitia kecil untuk merumuskan kembali gagasan-gagasan dasar negara, yang dikenal sebagai Panitia Sembilan.

  • Anggota:

    • Ir. Soekarno (Ketua)

    • Drs. Mohammad Hatta (Wakil Ketua)

    • Mr. Achmad Soebardjo (Anggota)

    • Mr. Mohammad Yamin (Anggota)

    • K.H. Wachid Hasyim (Anggota)

    • Abdoel Kahar Moezakir (Anggota)

    • Abikoesno Tjokrosoejoso (Anggota)

    • H. Agus Salim (Anggota)

    • Mr. A.A. Maramis (Anggota)

4. Perumusan Piagam Jakarta - 22 Juni 1945

  • Panitia Sembilan berhasil merumuskan naskah rancangan pembukaan hukum dasar (Undang-Undang Dasar) yang kemudian dikenal dengan nama Piagam Jakarta (Jakarta Charter).

  • Isi Piagam Jakarta terkait dasar negara:

    1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

    2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.

    3. Persatuan Indonesia.

    4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

    5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

  • Rumusan ini menjadi cikal bakal rumusan Pancasila saat ini, meskipun ada perubahan pada sila pertama.

5. Sidang Kedua BPUPKI - 10-17 Juli 1945

  • Pada sidang ini, hasil kerja Panitia Sembilan (Piagam Jakarta) diterima dan menjadi dasar untuk perumusan Undang-Undang Dasar (UUD).

6. Pembubaran BPUPKI dan Pembentukan PPKI - 7 Agustus 1945

  • Setelah menyelesaikan tugasnya, BPUPKI dibubarkan dan dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Iinkai.

  • Tujuan: Melanjutkan tugas BPUPKI dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

  • Ketua: Ir. Soekarno.

  • Anggota: Berjumlah 21 orang, kemudian ditambah tanpa sepengetahuan Jepang.

7. Pengesahan Pancasila sebagai Dasar Negara - 18 Agustus 1945

  • Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, PPKI mengadakan sidangnya yang pertama.

  • Agenda Utama:

    1. Mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD 1945).

    2. Memilih Presiden dan Wakil Presiden (Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta).

  • Perubahan Penting pada Piagam Jakarta: Sebelum disahkan, sila pertama dalam Piagam Jakarta yang berbunyi "Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Perubahan ini dilakukan atas usulan dari perwakilan Indonesia bagian Timur (terutama dari tokoh-tokoh Kristen) yang keberatan dengan frasa tersebut demi menjaga persatuan bangsa.

  • Dengan disahkannya UUD 1945, secara otomatis Pancasila dengan rumusan resminya disahkan sebagai dasar negara Republik Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.


Rangkaian kronologi ini menunjukkan bahwa Pancasila adalah hasil dari pemikiran mendalam, musyawarah, dan kompromi para pendiri bangsa demi terwujudnya persatuan dan kesatuan Indonesia. Ini adalah warisan berharga yang harus terus kita jaga      

SELAMAT BELAJAR 

Kesimpulan/Refleksi : Alhamdulillah pada pembelajaran nilai tempat sebagian besar murid dapat memahami materi dengan baik,Berikut dokumentasi kegiatannya 








About Me

My photo
Biodata guruNama : Rio Katmasanti,SPd.SDPendidikan :S1Unit Kerja : SD AL-Azhar 2 Bandar LampungGuru Kelas : VB Jenis Kelamin : PerempuanMedsos : Instagram(riokatmasanti) Youtube (riokatmasanti)

PEMBIASAAN PENGUATAN KARAKTER

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ Dear my pious boys and girls of Class VB, How are you on this cheerful F...

follower

Blog Archive

Search This Blog

ALAT PEMOMPA DARAH MANUSIA (JANTUNG

ALAT PEMOMPA DARAH MANUSIA (JANTUNG

MACAM - MACAM BANGUN DATAR

MACAM - MACAM BANGUN DATAR

My Blog List

Pages

Blogger templates

Pages - Menu